Pesantren Darul Mukhlisin Bangkit dari Lumpur, BPJN Aceh Tumpuan Harapan

Kondisi Ponpes Darul Mukhlisin, pasca-banjir. Foto: dok-pp-mukhlisin

Sejak awal penanganan banjir, pihak yayasan berkoordinasi intensif dengan petugas lapangan. Gelondongan kayu besar yang masih layak disortir dan dipindahkan ke lahan dekat sungai untuk dimanfaatkan kembali.

“Kayu-kayu besar yang bagus dipindah dulu ke tanah dekat sungai untuk dipergunakan pemerintah nanti untuk membangun rumah,” ujar Ichsan.

Sementara itu, kayu berukuran kecil yang tidak memungkinkan digunakan sebagai bahan bangunan dimanfaatkan untuk mitigasi bencana di lingkungan pesantren dan desa sekitar.

“Kayu kecil-kecil yang tidak bagus ini akan dibuat bedeng, benteng ke desa, untuk menghalau banjir tahunan,” ucap Ichsan.

Betul-betul Bersih

Hasil koordinasi antara yayasan dan Kementerian PU juga menyepakati pembersihan total area pesantren hingga kembali seperti kondisi semula.

“Di rapat itu memang sampai bersih, betul-betul bersih pesantren ini seperti semula. Akan dibersihkan sampai benar-benar bisa beroperasi lagi,” cetusnya.

Tak hanya pembersihan, Ichsan menyebut adanya rencana bantuan lanjutan untuk pemulihan fasilitas pesantren yang rusak berat akibat banjir.

“(Pemerintah) juga katanya mau bantu kita isi-isi pesantren ini. Komputer, tempat tidur, lemari, karena itu semua hancur,” tuturnya.

Kini, kawasan pesantren perlahan kembali ditata, termasuk lapangan olahraga, area upacara, dan fasilitas penunjang lainnya.

“Tetap kita fungsikan seperti awal,” ujar Ichsan.

Ia berharap dukungan dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU, melalui BPJN Aceh, terus berlanjut hingga proses belajar mengajar kembali berjalan normal.

“Harapan kami, kami sangat-sangat perlu bantuan dari Kementerian PU sampai kami bisa proses belajar mengajar seperti biasa,” ujarnya. D|Red-06

Pos terkait