Petani di Bahjambi II Tanahjawa tak Bisa Bertanam Padi

- Penulis

Minggu, 10 Oktober 2021 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saluran irigasi yang longsor sejak lama tidak diperbaiki mengakibatkan petani sawah di Nagori Bahjambi II Tanahjawa tidak bisa lagi menanam padi. Foto: D|Ist

Saluran irigasi yang longsor sejak lama tidak diperbaiki mengakibatkan petani sawah di Nagori Bahjambi II Tanahjawa tidak bisa lagi menanam padi. Foto: D|Ist

Simalungun-Mediadelegasi: Masyarakat petani di Nagori (Desa) Bahjambi II Kecamatan Tanahjawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sudah lima tahun lebih tidak bisa lagi bertanam padi. Pasalnya bangunan irigasi yang berada di Huta Sukaselamat ambruk karena tanah di sekitarnya longsor, sehingga areal persawahan seluas 500 hektar tidak lagi dialiri air.

Advenia Nainggolan kepada wartawan, Minggu (10/10), menyebutkan, karena tak bisa lagi bertanam padi, sudah lima tahun lebih petani di desa itu  terpaksa beralih  menanam jagung dan ubi karena air tidak mengalir lagi akibat irigasi hancur.  “Saat ini mereka hanya bergantung kepada air hujan untuk menyiram tanaman,” katanya.

Padahal sebelumnya, dikatakan bahwa desa tersebut merupakan sentra  penghasil padi dan juga ikan air tawar. Bahkan  bibit ikan mas dan nila  dari kampung itu banyak diorder keluar daerah. Kini  perekonomian masyarakat di desa itu menurun drastis. 

BACA JUGA:  Hari Terakhir Gerbang Tol Simpang Panei Gratis,Diserbu Wisatawan Menuju Danau Toba Arus Lancar Terkendali

Menurut Pak Advenia, kira-kira lima tahun lalu terjadi longsor di daerah irigasi itu sehingga bangunan irigasi  rusak. Namun karena tidak segera ada penanganan dari instanai terkait, longsor semakin melebar hingga merusak lahan warga sekitar 20 meter dengan panjang lebih 1 Km dan kedalaman lebih 20 meter. Air yang mengalir dari hulu menjadi terbuang ke jurang. 

“Ini sudah sangat lama terjadi, tapi tidak ada yang mau memberikan perhatian. Kami berharap kiranya ke depan pihak terkait dapat memikirkan nasib petani di desa kami,” ucap Nainggolan yang sebelumnya merupakan pebisnis ikan mas itu. D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika
Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus
Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin
Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA Siantar Express 
Hari Terakhir Gerbang Tol Simpang Panei Gratis,Diserbu Wisatawan Menuju Danau Toba Arus Lancar Terkendali
Pelabuhan Tigaras Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Penumpang ke Samosir
Natal Berdarah di Simalungun, Empat Orang Ditembak
Jelang Nataru, Pemkab Simalungun Ajak Masyarakat Agar Tidak Panic Buying

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:34 WIB

Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:47 WIB

Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:34 WIB

Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:20 WIB

Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA Siantar Express 

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:33 WIB

Hari Terakhir Gerbang Tol Simpang Panei Gratis,Diserbu Wisatawan Menuju Danau Toba Arus Lancar Terkendali

Berita Terbaru