Medan-Mediadelegasi: Akses pendidikan masih menjadi tantangan besar bagi keluarga prasejahtera di Indonesia. Keterbatasan ekonomi seringkali memaksa anak-anak dari keluarga ini untuk putus sekolah, sehingga menghambat potensi mereka untuk berkembang.
Menyadari pentingnya intervensi dari berbagai pihak untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan ini, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menyalurkan Program Beasiswa Anak Nasabah Batch 2 Tahun 2025. Program ini menyasar 1.634 siswa dan 76 mahasiswa dari jenjang SD hingga sarjana.
“Sebagai upaya menjembatani tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menyalurkan Program Beasiswa Anak Nasabah Batch 2 Tahun 2025 yang menyasar 1.634 siswa dan 76 mahasiswa dari jenjang SD hingga sarjana,” ujar Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, melalui keterangan tertulis, Rabu (19/11/2025).
Menurut Arief, sepanjang tahun ini, PNM telah memberikan beasiswa kepada 3.159 anak nasabah di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan bentuk dukungan nyata PNM terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya misi pemerataan akses dan peningkatan kualitas SDM Indonesia,” ucap Arief.
Arief menyebutkan bahwa kebutuhan intervensi pendidikan menjadi semakin penting mengingat data BPS 2024 menunjukkan angka putus sekolah masih tinggi pada kelompok ekonomi terbawah. Selain itu, data UNICEF 2023 mencatat bahwa satu dari empat anak keluarga miskin berpotensi tidak melanjutkan pendidikan tanpa dukungan finansial.






