Medan-Mediadelegasi: Sorotan terhadap progres revitalisasi Stadion Teladan Medan belakangan ini terus meningkat. Hal ini bersamaan dengan momentum Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang berpeluang menjadi tuan rumah Piala AFF U19 atau ASEAN Boy’s Championship tahun 2026 pada Juni mendatang.
Namun sejumlah persoalan menjadi catatan. Salahsatunya pengerjaan yang dinilai mandek di era Walikota Medan Rico Waas.
“Saya kebetulan sangat-sangat mengikuti terkait pembangunan Stadion Teladan ini, mulai dari awal hingga saat ini. Yang pertama kita tentu berharap sekali Teladan ini selesai sesuai Jadwalnya,” ujar pecinta sepakbola Medan, Nata Simangunsong, Rabu (11/3/2026) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, tidak ada lagi kata terlambat dalam perampungan Stadion Teladan saat ini, mengingat sebuah event besar berpeluang dimainkan di Kota Medan yakni Piala AFF U-19. Nata menilai kejuaraan tersebut menjadi peluang untuk kemajuan sepakbola Sumut.
“Dan harapan kita bulan Mei 2026 ini paling lama bisa selesai, karena kan kita mengejar Piala AFF U-19 di bulan Juni. Gelaran AFF ini menjadi momentum kemajuan sepakbola Medan karena otomatis Stadion kan standar FIFA (Internasional),” ucapnya.
Ketua Umum SMeCK Hooligan 2008-2013 tersebut berharap Piala AFF U-19 bisa terealiasi dan dimainkan di Stadion Teladan. Menurutnya sangat disayangkan peluang emas tersebut batal digelar di Sumut hanya karena perampungan Stadion Teladan kembali molor.
“Jadi percepatan pembangunan ini mau gak mau memang harus dipercepat, karena AFF ini kalau saya rasa harus terlaksana, karena kapan lagi kita bisa dipercaya jadi tuan rumah, jangan gara-gara pembangunan lambat kita gagal jadi tuan rumah,” ujarnya.
Ia pun menyoroti lambannya progres Stadion Teladan semenjak Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang merupakan penanggungjawab pembangunan dipimpin oleh Walikota Rico Waas. Padahal revitalisasi telah dimulai dan dikebut di era Walikota Medan Bobby Nasution.
“Memang pergerakan pembangunan sejak dipegang oleh Walikota Medan Rico Waas progresnya menjadi melambat, itu sangat disayangkan,” ucap Nata.
Nata menilai mengingat waktu yang begitu sempit, sosok Gubernur Sumut Bobby Nasution dinilai menjadi kunci sukses percepatan perampungan Stadion tersebut. Ia bahkan berharap pembangunan bisa diambil alih oleh Gubernur Sumut.
“Nah iya memang, kalau Gubernur yang bertindak dia bisa cepat selesai, jadi saya kira sudah diambil alih aja sama Gubernur pembangunannya ini, karena saya yakin kalau Gubernur yang pegang sudah pasti cepat dan tuntas. Jadi solusinya saya kira ada ditangan Gubernur,” tuturnya. D|Red.












