Pupuk Mahal dan Jalan Rusak Jadi Sorotan dalam Dialog Gubernur di Toba

- Penulis

Jumat, 26 September 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (Fotot:Ist)

gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (Fotot:Ist)

Toba-Mediadelegasi : Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dan Toba.

Di sela-sela kunjungannya, Bobby Nasution menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat Kecamatan Habinsaran, Borbor, dan Nassau, Kabupaten Toba.

Pertemuan yang berlangsung di Kelurahan Parsoburan, Toba, pada Kamis (25/9) malam itu, menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi terkait permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat dari tiga kecamatan tersebut mengungkapkan permasalahan utama mereka terkait sektor pertanian. Mahalnya harga pupuk dan alat pertanian menjadi beban berat bagi para petani, sementara harga jual produk pertanian justru lebih rendah dibandingkan daerah lain.

“Harga pupuk Phonska dan Urea di sini sekitar Rp270.000 per karung, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) seharusnya Rp230.000,” keluh salah seorang warga. Mereka berharap Bobby Nasution dapat memberikan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan ini.

Menanggapi keluhan tersebut, Bobby Nasution berjanji akan mempertemukan petani, penyedia pupuk, dan pihak pengangkut untuk mencari solusi terbaik. Ia menyadari bahwa akses yang sulit ke daerah tersebut menjadi salah satu faktor penyebab mahalnya harga pupuk.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Dongkrak Citra Sumut Lewat Event Olahraga Internasional

“Kita akan pertemukan petani, penyedia pupuk, dan pengangkutnya. Kalau saya lihat, akses ke sini yang membuat harga lebih mahal. Kalau kita paksa penyedia pupuk menurunkan harga atau pengangkutnya, mereka bisa bangkrut. Jadi, coba kita pertemukan agar dapat harga yang pas,” kata Bobby.

Selain masalah pupuk, masyarakat juga mengeluhkan rendahnya harga jual produk pertanian. Bobby Nasution menjelaskan bahwa hal ini juga disebabkan oleh kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai.

“Permasalahan ini muncul karena salah satu faktor utamanya adalah jalan yang kurang baik. Waktu tempuh yang seharusnya satu jam jadi dua jam lebih, itu tentu mempengaruhi biaya. Oleh karena itu, kita akan kerjakan tahun ini dan tahun depan,” janji Bobby.

Selain infrastruktur jalan, masyarakat Habinsaran juga mengeluhkan kurangnya tenaga pengajar dan akses yang sulit ke SMAN 2 Habinsaran. Akibatnya, banyak warga lebih memilih menyekolahkan anaknya ke SMAN 1 Habinsaran dan Balige.

BACA JUGA:  Geopark Kaldera Toba Siap Divalidasi Ulang Tim UNESCO

Bobby Nasution menanggapi keluhan ini dengan mengatakan bahwa pemerintah daerah akan berupaya memperbaiki akses jalan ke SMAN 2 Habinsaran. Ia juga berjanji akan mengevaluasi kebutuhan tenaga pengajar di kedua sekolah tersebut.

Salah seorang warga, Pandapotan Pardosi, berharap permasalahan di daerahnya segera diatasi agar perekonomian masyarakat dapat meningkat. “Kalau jalan kata Pak Gubernur tahun depan, enggak apa-apa yang penting jadi. Pupuk dan harga pertanian ini kami mohon cepat dilaksanakan, karena hampir semua kami di sini petani,” kata Pandapotan Pardosi.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Bupati Toba, Effendi Sintong P Napitupulu, Ketua PKK Toba, Astita boru Simanjuntak, unsur Forkopimda, Kadis PUPR Sumut, Hendra Dermawan Siregar, Kadis Koperasi dan UKM, Naslindo Sirait, serta OPD terkait lainnya. D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Toba Gelar Christmas Season Meriah, Targetkan 25 Ribu Wisatawan dan 2 Ribu UMKM Terlibat
Pasokan Melimpah, Harga Daging Babi di Toba Turun Drastis!
Pemkab Toba Sosialisasikan Keterlibatan Tim Pendamping Keluarga dalam Program Makan Bergizi Gratis 2025
Korupsi Dana Desa, Kejari Toba Tegas: Kades Meranti Barat Jadi Tersangka dan Ditahan!
Bupati dan Wakil Bupati Toba Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Tani Bagi Masyarakat Toba
Bupati Toba Sampaikan Tiga Pesan Usai Menyerahkan SK PPPK Tahap II
Pemkab Toba dan KPK Gelar Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi IPKD–MCSP 2025
Wabup Toba Sampaikan Kondisi Ketapang di Toba Saat Rakor LTT

Berita Terkait

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:54 WIB

Pemkab Toba Gelar Christmas Season Meriah, Targetkan 25 Ribu Wisatawan dan 2 Ribu UMKM Terlibat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:27 WIB

Pasokan Melimpah, Harga Daging Babi di Toba Turun Drastis!

Sabtu, 22 November 2025 - 09:16 WIB

Pemkab Toba Sosialisasikan Keterlibatan Tim Pendamping Keluarga dalam Program Makan Bergizi Gratis 2025

Jumat, 21 November 2025 - 14:25 WIB

Korupsi Dana Desa, Kejari Toba Tegas: Kades Meranti Barat Jadi Tersangka dan Ditahan!

Selasa, 18 November 2025 - 16:34 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Toba Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Tani Bagi Masyarakat Toba

Berita Terbaru

Foto bersama usai Penandatanganan MoU KPAD Labuhanbatu Utara dan Ponpes Arkanuddin, Rabu (7/5/2026). Tampak jajaran KPAD, pimpinan pesantren, serta para asatidz berfoto bersama, menandai dimulainya sinergi perlindungan anak demi lingkungan pesantren yang aman dan ramah anak. Foto: GS

Kabupaten Labuhan Batu Utara

KPAD Labura Perkuat Sinergi Perlindungan Anak Bersama Ponpes Arkanuddin Pulo Dogom

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:35 WIB