Pupuk Subsidi Langka, Petani Karo Menjerit

- Penulis

Senin, 20 September 2021 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Sumber Foto: jawarapost

Ilustrasi. Sumber Foto: jawarapost

Karo-Mediadelegasi: Petani di sejumlah wilayah di Karo menjerit. Pasalnya pupuk subsidi   seperti Urea, Sp 36, ZA, Npk Phonsa  langka dan mahal. Sehingga petani setempat kesulitan memperoleh pupuk subsidi untuk produksi pertanian dan perkebunan.

Saat ini pupuk minim sejak beberapa pekan terakhir, yang ada tinggal pupuk Non Subsidi dengan harga begitu tinggi, hingga di rasa tak seimbang dengan hasil panen yang diperoleh. Informasi lainnya,  pupuk bersubsidi di tingkat kelompok tani ada. Namun tidak bisa mencukupi kebutuhan para petani.

“Seperti halnya di toko penyalur, harga pupuk urea non subsidi harganya sangat mahal mencapai Rp 320.000 per 50 Kg. Sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pupuk subsidi jenis  Urea Rp 120.000 ,” ungkap Adi Tarigan, petani Desa Gurusinga, Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo  kepada wartawan, Minggu (19/9).

BACA JUGA:  Calon Bupati Terkaya di Sumut, Ternyata Bermarga Siregar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, memperoleh pupuk bersubsidi langka dan mahal lagi di tingkat kios pengecer di Karo. Karena itu, katanya, ia mengharapkan Pemkab Karo perlu melakukan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi hingga ke tingkat kios pengecer.Sehingga dapat diketahui apakah penyaluran pupuk bersubsidi itu tepat sasaran atau tidak.

Salah satu Ketua kelompok tani yang berada di Kecamatan Berastagi,  I Ginting  kepada wartawan, Minggu (19/9)    menjelaskan tentang informasi kuota Pupuk Bersubsidi saat ini terbatas.

Menurut Ginting , mulai bulan ini kalau menebus pupuk harus menggunakan kartu tanda penduduk karena kartu tani belum keluar.

“Kartu tani dari awal belum bisa dipakai, sebab belum bisa dijalankan sistemnya dan terbatas pembeliannya. Kalau membeli pupuk harus pakai kartu tani nantinya. Cuma sekarang masalahnya sedikit dan terbatas,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Tinjau Tanggul Jebol di Kabupaten Batubara

Masih menurut Ginting , petani saat ini semakin tercekik masalah pupuk, dan keberadaannya semakin susah. Sebab harga jual hasil pertanian macam wortel   cabe juga tidak naik.

“Harga panen kalau jadi wartel cuma Rp 1500 per Kg, ditambah saat mau cari pupuk sangat sulit dan saat panen harganya tidak naik,” ungkapnya. Ia  berharap ke Pemerintah Pusat, supaya Pupuk Bersubsidi tidak dikurangi ke Karo.Meski, katanya ada anjuran memakai pupuk organik  bagus. Tapi petani sangat sulit menerapkan saat ini, dan kini petani butuh solusi dari pemerintah, bukan janji-janji manis. D|Red

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musda Golkar Sumut XI Dipastikan Kondusif, Kader Diminta Tetap Solid
Andar Amin Kantongi 30 Suara Jelang Musda Golkar Sumut
Kapolri: Polri Maksimalkan Bantuan untuk Aceh, Sumut, Sumbar yang Terdampak Bencana
Hari Ini Ops Zebra 2025 Digelar di sumut
Itak Pohul-pohul dan Rezeki Arsy, Kekuatan Mediadelegasi
Kadis LHK Sumut Diadukan ke Gubsu dan Inspektorat
Dua Menko Dorong TSTH2 di Humbahas jadi Pusat Inovasi Pangan
Kontroversi DPRD Sumut : Staf Ahli Berubah Jadi Pramu Ruang, Sekwan Bungkam

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:45 WIB

Musda Golkar Sumut XI Dipastikan Kondusif, Kader Diminta Tetap Solid

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:50 WIB

Andar Amin Kantongi 30 Suara Jelang Musda Golkar Sumut

Minggu, 30 November 2025 - 21:34 WIB

Kapolri: Polri Maksimalkan Bantuan untuk Aceh, Sumut, Sumbar yang Terdampak Bencana

Senin, 17 November 2025 - 08:38 WIB

Hari Ini Ops Zebra 2025 Digelar di sumut

Senin, 20 Oktober 2025 - 13:13 WIB

Itak Pohul-pohul dan Rezeki Arsy, Kekuatan Mediadelegasi

Berita Terbaru

Foto: Suasana di salah satu jalanan di wilayah Jakarta Selatan yang tergenang banjir akibat hujan deras dan luapan Kali Krukut. Sebanyak 12 RT di kawasan Petogogan tercatat terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 20 cm.

Nasional

Hujan Deras Guyur Jakarta, 12 RT di Jaksel Terendam Banjir

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:07 WIB

Foto: Suasana saat proses pemeriksaan dan penempatan khusus (patsus) terhadap Kompol DK di lingkungan Polda Sumatera Utara.

Sumatera Utara

Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:16 WIB