Rektor Nurhayati tak Perlu Ragu Tinjau Ulang Warek UIN Sumut

Rektor Nurhayati tak Perlu Ragu Tinjau Ulang Warek UIN Sumut
Drs M Akbar Siddik Surbakti, salah seorang pendiri MD KAHMI Deliserdang. Foto: dok-mediadelegasi

Deliserdang-Mediadelegasi: Mantan Ketua Umum Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Deliserdang Drs M Akbar Siddik Surbakti menyarankan Rektor Univeritas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) Prof Nurhayati untuk tidak ragu meninjau ulang pengangkatan pejabat di lingkungannya.

Demikian komentar Siddik Surbakti, alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Sumut ini pascamencuatnya dugaan maladministrasi proses penjaringan calon Wakil Rektor, Dekan dan Direktur Pascasarjana pada Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Periode 2023-2027.

Kepada Mediadelegasi, Minggu (16/7), di Percut Seituan, Siddik Surbakti yang juga salah seorang pendiri MD KAHMI Deliserdang ini menyebutkan, kalau sebuah proses cacat, maka Rektor tak perlu ragu untuk menganulir keputusannya meski telah melantik sejumlah pejabat Wakil Rektor itu.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Dominasi KAHMI, UIN Sumut ke Depan Lebih Baik

“Kalau prosesnya diduga cacat hukum atau cacat administrasi, maka hasilnya tentu cacat juga,” katanya seraya mengingatkan Prof Nurhayati agar lebih ekstra dalam mengambil kebijakan dalam situasi popularitas kepemimpinan di UIN Sumut yang beberapa tahun belakangan cenderung menurun.

Seharusnya, lanjut Siddik Surbakti, Prof Nurhayati menyadari dan memahami kondisi UIN Sumut saat diamanahkan kepada rektor yang sekarang dalam kondisi krisis. “Jadi harusnya lebih bijak dan dapat merangkul semua kalangan dalam menetapkan garis kebijakan dengan proses yang professional, transparan dan akuntabel,”  katanya.

Menurutnya, dengan kondisi UIN Sumut yang terus diterpa masalah, daya kritik berbagai pihak akan semakin kencang. “Ya… karena menjadi fokus perhatian,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, akibat mencuatnya dugaan maladministrasi proses penjaringan pejabat di lingkungan UIN Sumut itu, telah menyentak banyak pihak. Termasuk munculnya aksi unjukrasa mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi kampus itu, Jumat (14/7).

Pos terkait