Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Sumut Diperpanjang Dua Minggu, 18 Kabupaten/Kota Belum Aman

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Sumut di Posko Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Rabu (10/12/2025). Foto: Ist.

Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Sumut di Posko Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Rabu (10/12/2025). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memutuskan untuk memperpanjang masa Tanggap Darurat Banjir dan Longsor selama dua minggu ke depan. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat evaluasi yang menunjukkan bahwa 18 kabupaten/kota di Sumut masih belum aman dari ancaman bencana.

Ketua Harian Posko Darurat Bencana Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyampaikan bahwa perpanjangan status darurat ini diperlukan untuk menyempurnakan dan mempercepat tindakan tanggap darurat di daerah-daerah yang terdampak.

“Kita merekomendasikan untuk memperpanjang status darurat bencana di beberapa kabupaten selama dua minggu ke depan. Dari rapat evaluasi, masih ada 18 kabupaten/kota yang belum menyatakan daerahnya aman dari ancaman bencana ini,” ujar Basarin Yunus Tanjung di Posko Darurat Bencana Sumut, Medan, pada Rabu (10/12/2025).

Basarin menjelaskan bahwa beberapa wilayah masih memerlukan perhatian serius, terutama Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Curah hujan yang masih tinggi di beberapa daerah, seperti Desa Garoga, membuat langkah tanggap darurat tetap sangat dibutuhkan.

BACA JUGA:  BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sumatera Utara

Sejumlah daerah yang direkomendasikan untuk perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana antara lain adalah Tapsel, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, dan Langkat. Perpanjangan ini diharapkan dapat memaksimalkan upaya penanganan dan pemulihan di wilayah-wilayah tersebut.

Selain perpanjangan masa darurat, rapat evaluasi juga membahas persiapan logistik untuk mengantisipasi prakiraan cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mempersiapkan langkah distribusi logistik, baik dari posko di provinsi hingga kabupaten, untuk menghadapi prakiraan curah hujan yang cukup tinggi antara tanggal 8 hingga 15 Desember 2025,” tambahnya.

Prioritas penanganan saat ini mencakup percepatan penanganan pengungsi serta pemulihan wilayah di area terdampak banjir dan longsor. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi dan memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang layak.

BACA JUGA:  Gubernur Bobby Nasution Minta Pemerintah Pusat Beri Perhatian Khusus TKD untuk Wilayah 3T di Sumut, Khususnya Kepulauan Nias

“Pemulihan fasilitas yang belum normal dan dibutuhkan langkah percepatan para pengungsi beserta pelayanan kesehatan dan juga pendidikan agar proses belajar dan mengajar dapat berjalan seperti semula,” kata Basarin.

Selain itu, pemulihan jaringan penting seperti listrik, air bersih, dan distribusi logistik terus diupayakan. Akses menuju beberapa desa terdampak juga masih terbatas karena hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki, sehingga upaya distribusi bantuan menjadi lebih sulit dan membutuhkan strategi khusus. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berantas Pungli di Sidebuk-Debuk, Pemprov Sumut Kerahkan 45 Personel Jaga 24 Jam
8 Fakta Pengeroyokan di Taman Bunga Siantar: Keluarga Nilai Penanganan Lambat dan Minta CCTV Dibuka
Pabrik Vape Narkotika Terungkap, Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut
Gerakan Sumut Mengajar Mengubah Masa Depan Anak-Anak dan Remaja
Kasus Penganiayaan di Siantar, BEM FH Se-Sumatera Apresiasi Kapolres Siantar, Minta Komisi III dan Komisi XIII DPR RI Turut Mengawal
Imigrasi Sumut Kecolongan, WNA Singapura Disebut Lalu Lalang hingga Operasikan Home Industry Vape Narkoba di Medan
Gebyar Pajak Sumut Triwulan I 2026, 936 Hadiah Disorot Netizen: Dinilai Sudah Diatur
Pabrik Vape Narkotika WNA Singapura di Medan Terbongkar, Aktivis Desak Kanwil Imigrasi Sumut dan Jajaran Mundur
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 14:28 WIB

Berantas Pungli di Sidebuk-Debuk, Pemprov Sumut Kerahkan 45 Personel Jaga 24 Jam

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:24 WIB

8 Fakta Pengeroyokan di Taman Bunga Siantar: Keluarga Nilai Penanganan Lambat dan Minta CCTV Dibuka

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:55 WIB

Pabrik Vape Narkotika Terungkap, Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:49 WIB

Gerakan Sumut Mengajar Mengubah Masa Depan Anak-Anak dan Remaja

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kasus Penganiayaan di Siantar, BEM FH Se-Sumatera Apresiasi Kapolres Siantar, Minta Komisi III dan Komisi XIII DPR RI Turut Mengawal

Berita Terbaru