Relaksasi Kredit UMKM Sumut Strategi Pemulihan Pascabencana

Relaksasi Kredit UMKM Sumut
Rapat Koordinasi Penyaluran KUR Pascabencana Sumatera di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (11/3/2026). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Pemerintah pusat berencana meluncurkan sejumlah program pemulihan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut). Salah satu langkah utama adalah pemberian relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dirancang khusus untuk masyarakat yang mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut, sebagai bagian dari strategi relaksasi kredit UMKM Sumut untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Relaksasi Kredit UMKM Sumut Dorong Pemulihan Ekonomi

Menindaklanjuti rencana tersebut, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution segera mempercepat proses sinkronisasi data UMKM antara pemerintah daerah dan pusat. Ia menargetkan seluruh data tersebut rampung sebelum akhir Maret 2026 agar program bantuan, termasuk relaksasi kredit UMKM, bisa segera dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Medan, Bobby menegaskan bahwa proses sinkronisasi data harus dilakukan secara akurat dan transparan. Ia menegaskan, data yang disampaikan dari berbagai sumber, termasuk perbankan dan kementerian, harus disinkronkan sebelum tanggal 31 Maret agar program, termasuk relaksasi kredit UMKM, dapat segera direalisasikan.

Bacaan Lainnya

Bobby menyampaikan bahwa banyak pelaku UMKM di daerah terdampak bencana tidak hanya mengalami kerusakan tempat tinggal, tetapi juga kerusakan pada lokasi usaha dan alat produksi. Ia menegaskan bahwa pemulihan usaha ini menjadi prioritas utama agar ekonomi masyarakat bisa bangkit kembali, termasuk melalui program relaksasi kredit UMKM yang sedang disusun.

Selain kerusakan fisik, Bobby menambahkan bahwa banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan likuiditas akibat bencana. Ia menyebut bahwa pemulihan ekonomi di daerah terdampak sedang berjalan, meskipun tantangan besar masih harus dihadapi. Ia berharap, program relaksasi kredit UMKM ini dapat mempercepat proses pemulihan tersebut dan membantu pelaku usaha tetap bertahan.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi langkah cepat Gubernur Bobby dalam melakukan sinkronisasi data. Ia menyebut bahwa langkah ini sangat strategis karena akan memudahkan penyaluran bantuan dan memastikan tepat sasaran, termasuk relaksasi kredit UMKM. Ia juga memperkirakan jumlah pelaku UMKM terdampak di Sumut akan terus bertambah karena proses pemetaan masih berlangsung.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bantuan-bencana-muzani-disalurkan-untuk-warga-sumatera-utara/

Secara nasional, tercatat sekitar 193 ribu debitur terdampak bencana di tiga provinsi, dengan sekitar 44 ribu di antaranya berada di Sumut. Data ini akan terus diperbarui hingga proses pemetaan selesai pada akhir Maret 2026, sehingga total jumlah pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat, termasuk relaksasi kredit UMKM, bisa bertambah.

Pos terkait