Restrukturisasi Utang Whoosh Dikelola Kemenkeu, Okupansi Naik Imbas Kecelakaan Bekasi

Rabu, 29 April 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta cepat Woosh. Foto: Ist.

Kereta cepat Woosh. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Isu penyelesaian masalah keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh mulai menemukan titik terang. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani, memastikan bahwa proses restrukturisasi utang milik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan.

“Iya (di Bawah Kemenkeu), betul, betul,” ujar Rosan singkat namun tegas kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa langkah strategis ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pengumuman resmi terkait skema penyelesaian utang ini dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi pada bulan Mei mendatang.

Sementara itu, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menambahkan bahwa fokus utama penyelesaian persoalan finansial ini adalah untuk menjamin keberlanjutan operasional kereta cepat di masa depan.

Menurut penilaiannya, hingga saat ini operasional Whoosh sudah memberikan dampak dan kontribusi yang positif bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, beban utang yang sangat besar dinilai tidak adil jika harus ditanggung sepenuhnya oleh pihak operator saja.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Diundang Kemendagri Bahas Empat Pulau

“Untuk penyelesaian finansial inilah yang kami cari solusinya. Mau tidak mau tentu harus ada keterlibatan pemerintah di dalam penyelesaian ini. Karena kalau dibebankan kepada kereta api saja, tentu tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya,” jelas Dony.

Ia menekankan bahwa intervensi dan dukungan pemerintah dalam hal ini bukan semata soal menyelamatkan proyek, melainkan juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan sistem transportasi umum massal yang modern dan efisien.

Di sisi lain, fenomena unik terjadi di lapangan menyusul musibah kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam. Imbas dari gangguan jalur tersebut, jumlah penumpang kereta cepat Whoosh justru terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada hari berikutnya.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Evaluasi Chairunisa, mengonfirmasi hal tersebut. “Kalau dibandingkan dengan hari Selasa minggu lalu memang kita melihat sedikit peningkatan ya,” ujarnya di Stasiun Halim.

BACA JUGA:  Heboh Syarat STNK Beli BBM Subsidi, Pertamina Resmi Batalkan Rencana Itu

Biasanya, tingkat okupansi atau keterisian kursi pada hari Selasa hanya berada di angka 45 hingga 50 persen. Namun pada Selasa (28/4) kemarin, okupansi per kereta melonjak hingga mencapai sekitar 65 persen.

“Satu kereta itu 601 kursi ya, jadi (okupansi) 65 persen yaitu sekitar 370 sampai 400 penumpang lah,” terang Eva menjelaskan lonjakan jumlah penumpang yang kemungkinan besar beralih dari moda transportasi kereta reguler yang sedang terganggu.

Kondisi ini sejalan dengan pengumuman resmi dari KAI Commuter yang menghentikan sementara operasional KRL Lintas Cikarang. Pemberangkatan sementara hanya dilakukan hingga Stasiun Bekasi untuk menghindari jalur yang sedang dalam proses evakuasi dan perbaikan pasca kecelakaan, sehingga banyak penumpang yang akhirnya memilih beralih menggunakan layanan Whoosh. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor
Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang
Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara
Puluhan Kepala Sekolah Banyuasin Dikabarkan Terjaring OTT Polda Sumsel
Nusron Wahid Tegaskan Kooperatif Usai OTT KPK
KPK Geledah Summarecon Terkait Kasus HGB Bogor
Febrie Adriansyah Ungkap Dugaan Masukan Keliru ke Prabowo
Roy Suryo Tolak RJ, Pilih Lawan Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:54 WIB

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 September 2026 - 13:17 WIB

Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang

Sabtu, 19 September 2026 - 12:07 WIB

Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara

Jumat, 18 September 2026 - 16:29 WIB

Puluhan Kepala Sekolah Banyuasin Dikabarkan Terjaring OTT Polda Sumsel

Jumat, 18 September 2026 - 15:03 WIB

Nusron Wahid Tegaskan Kooperatif Usai OTT KPK

Berita Terbaru

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB

Banjir bandang merendam kawasan permukiman warga di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akibat luapan sungai setelah hujan deras. Foto: Ist.

Nasional

Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:17 WIB

Kemenkeu menyiapkan dana talangan utang Kopdes Merah Putih (KDKMP). Foto: Ist.

Nasional

Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:07 WIB

Gubernur Sumut Bobby Nasution melantik tiga pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumut dalam prosesi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jumat (18/9/2026). Foto: Ist.

Sumatera Utara

Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Sumut

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:41 WIB