Namun sayangnya, perihal kesiapan hotel terhadap jumlah kamar yang dibutuhkan untuk fasilitas membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19 itu, PHRI Sumut enggan berikan rincian. “Kalau itu terkait dengan privasi, kita sifatnya menunggu hasil verifikasi BNPB,” tandasnya.
Akan tetapi, lanjutnya, sembari menunggu verifikasi PHRI Sumut mempersiapkan langkah-langkah apa yang akan diperlukan, termasuk persiapan pelatihan bagi karyawan hotel dalam memberikan pelayanan nantinya, tentunya pelayanan tersebut sesuai standar aturan yang sudah ditetapkan BNPB.
Pandemi, Bisnis Hotel dan Restoran Menurun
Di sisi lain dia juga menjelaskan bahwa dampak pandemi sangat memukul dunia pariwisata, sehingga banyak pengelola hotel dan restoran berpikir keras untuk bisa bertahan dengan kondisi saat ini.
“Implikasi wabah pendemi ini banyak memberikan efek hingga mengakibatkan tingkat hunian hotel dan restoran mengalami penurunan omzet secara drastis ,” ungkapnya.
Imbasnya, lanjut Denny S Wardhana, berpengaruh pada kemampuan dalam pembiayaan seperti gaji karyawan, pembayaran listrik, air, kontribusi pajak ke pemerintah dan lain sebagainya.
Antisipasi akan hal itu, PHRI Sumatera Utara sudah menyiapkan langkah-langkah cepat di antaranya kerjasama dengan berbagai pihak terus dibangun, serta dikomunikasikan secara baik dan penyatuan visi untuk segera keluar dari situasi sulit seperti saat ini.
Dia juga menambahkan, PHRI Sumut optimis bahwa Bisnis Pariwisata terkhusus perhotelan dan restoran akan bangkit pascapandemi yang terjadi sejak maret lalu.
“Namun untuk cepat keluar dari pandemi, kuncinya ada pada masing-masing diri kita dengan selalu mematuhi aturan dan imbauan pemerintah, yakni memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun,” tutupnya. D|Med-67