Jakarta-Mediadelegasi: Harga minyak dunia anjlok 8% pada Jumat (4/4) karena perang dagang antara AS dan China. Perang dagang ini dipicu oleh kebijakan tarif impor tinggi AS yang diumumkan Presiden Donald Trump, yang dibalas oleh China dengan mengenakan tarif tambahan sebesar 34% untuk semua barang AS.
Harga kontrak berjangka minyak Brent turun US$ 4,70 menjadi US$ 65,44 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun US$ 5 menjadi US$ 61,95. Penurunan harga minyak ini merupakan yang terbesar sejak pertengahan pandemi pada tahun 2021.
Perang dagang antara AS dan China diperkirakan akan merugikan pertumbuhan ekonomi dan permintaan komoditas utama seperti minyak mentah dan produk olahan. Analis memprediksi bahwa perang dagang ini akan menyebabkan inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan mengintensifkan perselisihan perdagangan.
Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan bahwa langkah balasan agresif Tiongkok terhadap tarif AS hampir memastikan bahwa perang dagang global akan terjadi. Perang dagang ini tidak memiliki pemenang dan akan merugikan pertumbuhan ekonomi dan permintaan komoditas utama.
Analis Goldman Sachs memotong target harga minyak pada Desember 2025 untuk Brent dan WTI masing-masing sebesar US$ 5 menjadi US$ 66 dan US$ 62. HSBC juga memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global 2025 dari 1 juta bph menjadi 0,9 juta bph, dengan alasan tarif dan keputusan OPEC+.D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












