“Inilah faktanya, belum jelas sosialisasi terus datang surat undangan pencabutan nomor kios. Cara seperti ini seolah-olah Bupati ingin memecah belah kami antarsesama pedagang,” ujarnya.
Kepala Bidang Pasar pada Dinas Koperasi UMKM, Industri dan Perdagangan Kabupaten Toba M.Gultom saat dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya telah mengirimkan undangan kepada sejumlah pedagang agar menghadiri pencabutan nomor kios di pendopo rumah dinas Bupati Toba pada Sabtu pukul 0.00 WIB.
Pasar modern
Informasi yang dirangkum mediadelegasi, Pasar Balige direvitalisasi menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan dirancang menjadi pasar modern untuk mendukung kepariwisataan di Kabupaten Toba.
Revitalisasi mengakibatkan berkurangnya jumlah dan ukuran lapak. Terkait hal ini, Bupati Toba Poltak Sitorus dalam sosialisasinya menyampaikan agar para pedagang dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lapak yang baru.
Meskipun ada pengurangan jumlah lapak, Pemerintah Kabupaten Toba berjanji akan membagikan lapak secara berkeadilan kepada 573 pedagang.
“Desain dan ukuran lapak baru Pasar Balige sudah dipertimbangkan oleh para ahli dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR. Silakan diterima dan ditempati. Jangan diubah desainnya, pemerintah akan membagi hak sewa secara berkeadilan,” kata Bupati. D|Tsa-36)