Sekolah Lima Hari: Upaya Sumut Ciptakan Generasi Unggul

- Penulis

Rabu, 4 Juni 2025 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Alexander Sinulingga. Foto: ist

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Alexander Sinulingga. Foto: ist

Medan-Mediadelegasi: Kebijakan sekolah lima hari di Sumatera Utara bertujuan untuk mengatasi masalah kenakalan remaja seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan keterlibatan dalam geng motor. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berharap dengan waktu belajar yang lebih terstruktur, pelajar akan memiliki lebih sedikit waktu luang untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan negatif tersebut.

Program ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dan sejalan dengan visi misi kepemimpinan provinsi untuk menciptakan Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan. Penerapannya diharapkan tidak hanya mengurangi kenakalan remaja, tetapi juga memberikan dampak positif pada sektor pariwisata dan UMKM.

Pelaksanaan sekolah lima hari ini akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025/2026, dan akan diterapkan secara serentak di seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumatera Utara mulai akhir Juli 2025. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Sumut untuk segera menyelesaikan masalah kenakalan remaja yang sudah cukup meresahkan.

BACA JUGA:  Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Medan Tahun 2025 Dimulai

Salah satu harapan dari kebijakan ini adalah meningkatnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka. Dengan waktu luang yang lebih terfokus di akhir pekan, diharapkan keluarga dapat lebih dekat dan orang tua dapat lebih berperan aktif dalam membentuk karakter anak.

Selain itu, sistem belajar lima hari juga diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif, seperti kegiatan sosial, keagamaan, dan pengembangan minat dan bakat. Hal ini penting untuk membentuk generasi muda Sumatera Utara yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, santun secara moral, dan kaya secara kultural.

Program ini merupakan bagian dari visi nasional Indonesia Emas 2045 dan selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pemprov Sumut melihat kebijakan ini sebagai pondasi penting untuk masa depan pendidikan di Sumatera Utara.D|Red

BACA JUGA:  Polsek Medan Area Ungkap Kepemilikan Senpi Bodong

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan
Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah
Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:15 WIB

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:31 WIB

​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Berita Terbaru