Sekolah Rakyat: Mimpi Baru Anak Indonesia Keluar dari Lingkaran Kemiskinan

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Rakyat (Foto:Ist)

Sekolah Rakyat (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem melalui program Sekolah Rakyat (SR). Program ini merupakan langkah strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak dasar mereka dalam pendidikan.

Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menekankan bahwa tujuan utama Sekolah Rakyat adalah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak marginal untuk bersekolah dan keluar dari kemiskinan. Program ini menjadi intervensi strategis negara untuk menutup kesenjangan akses pendidikan.

“Semua anak Indonesia harus sekolah, baik yang kaya maupun yang miskin. Negara tidak boleh membiarkan satu pun anak tertinggal,” ujar Agus Jabo dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang bertema ‘Menembus Batas Lewat Sekolah Rakyat’ pada Rabu (19/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data dari Kemensos menunjukkan bahwa sekitar 4 juta anak Indonesia tidak bersekolah, putus sekolah, atau belum pernah mengenyam pendidikan. Untuk menjangkau kelompok rentan ini, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penetapan calon siswa. Data ini membantu mengidentifikasi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem secara lebih akurat.

Setelah itu, tim dari pendamping PKH, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah melakukan verifikasi lapangan sebelum menetapkan nama siswa. Pendekatan ini memastikan program tepat sasaran. Agus Jabo menyatakan bahwa penggunaan data terpadu telah menjadi fondasi penting dalam memperbaiki tata kelola sasaran bantuan pendidikan.

BACA JUGA:  Natal Makin Meriah! Inilah 5 Lagu Natal Paling Populer Sepanjang Masa

Lingkungan belajar di Sekolah Rakyat dirancang sebagai *boarding school*, di mana anak-anak tinggal di asrama dan menerima pendampingan penuh setiap hari. Pemerintah memastikan kualitas layanan tidak dibedakan dari sekolah unggulan, dengan fasilitas seperti ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, dapur, lapangan olahraga, dan ruang ibadah.

Setiap siswa menerima laptop dan seragam lengkap untuk mendukung pembelajaran digital. Selain itu, mereka mendapatkan makan tiga kali sehari ditambah dua kali *snack*, sehingga kondisi gizi mereka meningkat pesat. Transformasi perilaku juga terlihat pada anak-anak yang sebelumnya hidup di lingkungan tidak kondusif. Kini, mereka belajar hidup teratur, disiplin, dan berinteraksi positif di lingkungan asrama.

Agus Jabo menekankan pentingnya peran pendidik dalam proses ini. “Guru-guru di Sekolah Rakyat harus menjadi orang tua kedua—bukan sekadar mengajar, tetapi memulihkan, membimbing, dan menanamkan nilai hidup baru,” tegasnya.

Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang fleksibel melalui konsep *multientry-multiexit*, sehingga anak-anak dengan kemampuan akademik dan kondisi sosial yang beragam dapat mengikuti pendidikan sesuai ritme masing-masing. Sekolah juga menanamkan pendidikan karakter, kedisiplinan, serta keterampilan vokasi yang disesuaikan dengan potensi daerah, seperti perikanan di wilayah pesisir atau pertanian di daerah agraris.

BACA JUGA:  HUT Bela Negara ke-77: Teguhkan Semangat Cinta Tanah Air Menuju Indonesia Maju

Intervensi pemerintah tidak hanya pada siswa. Kemensos juga memberdayakan orang tua dan memperbaiki rumah tidak layak huni. Pendekatan menyeluruh ini dilakukan agar anak dapat belajar tanpa tekanan ekonomi keluarga.

Hasil dari upaya ini mulai terlihat. Banyak siswa yang awalnya minder kini tumbuh lebih berani menyampaikan mimpi-mimpinya. Anak-anak yang sebelumnya belum bisa membaca menunjukkan perkembangan akademik yang signifikan. Pola makan teratur dan pemenuhan gizi membuat kondisi fisik mereka lebih sehat.

Agus Jabo menilai keberhasilan pada tahun pertama ini tidak lepas dari kerja sama lintas kementerian dan pemerintah daerah. Pemerintah berhasil membangun 166 sekolah rintisan, melampaui target 100 sekolah yang ditetapkan oleh Presiden. Target berikutnya adalah memastikan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat sebagai bentuk pemerataan pendidikan nasional.

Untuk menjamin masa depan lulusan, Kemensos bekerja sama dengan BUMN, perusahaan swasta, dan perguruan tinggi, menyiapkan jalur masuk tanpa tes bagi siswa berprestasi dan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang ingin langsung bekerja.D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Fitur Penting Penjaga Keamanan Dompet Digital
Whoosh Jadi Pilihan Wisatawan Malaysia di Libur Nataru
Harga Pangan di Jabodetabek Meroket Jelang Nataru, Pemerintah Diminta Bertindak
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
Kementerian Kebudayaan Gelar Wicara, Fokus pada Diplomasi Budaya Melalui Sastra dan Gastronomi
Seskab: Pemerintah Terus Berupaya Pulihkan Sumatera dari Bencana, Butuh Kerja Sama Semua Pihak
Libur Nataru: Pemerintah Prediksi 1,45 Juta Wisman Serbu Indonesia
Nadiem Makarim Absen Lagi di Sidang, Jaksa Sebut Masih Pemulihan Pascaoperasi

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 17:21 WIB

Lima Fitur Penting Penjaga Keamanan Dompet Digital

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:13 WIB

Whoosh Jadi Pilihan Wisatawan Malaysia di Libur Nataru

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:40 WIB

Harga Pangan di Jabodetabek Meroket Jelang Nataru, Pemerintah Diminta Bertindak

Sabtu, 27 Desember 2025 - 19:44 WIB

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:56 WIB

Kementerian Kebudayaan Gelar Wicara, Fokus pada Diplomasi Budaya Melalui Sastra dan Gastronomi

Berita Terbaru