Seskab: Pemerintah Terus Berupaya Pulihkan Sumatera dari Bencana, Butuh Kerja Sama Semua Pihak

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto:Ist)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memastikan penanganan bencana Sumatera terus dilakukan secara masif.

Peran yang diambil Seskab Teddy dalam menyampaikan progres penanganan bencana dinilai sebagai momentum untuk menunjukkan upaya pemerintah dalam menangani bencana di tengah kritik tajam.

“Menurut saya ada kesempatan luar biasa bagi pemerintah dalam menjelaskan penanganan bencana Sumatera yang seolah-olah (disebut) tidak optimal,” ujar Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, Selasa (23/12/2025).

Trubus menilai pemerintah terus bergerak dalam melakukan penanganan bencana. Namun, memang daerah yang terdampak bencana cakupannya luas.

Sementara, ia menilai ada pemerintah daerah yang aktif dan kurang proaktif, seperti di Aceh.

Mereka yang kurang proaktif seolah menyerahkan sepenuhnya penanganan bencana kepada pemerintah pusat. “Jadi mereka seolah berasumsi itu seperti kejadian tsunami 2004,” imbuhnya.

Sebaliknya, kata Trubus, pemerintah daerah yang proaktif di Sumatera Barat, Sumatera Utara seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara sebagian sudah move on, meski belum optimal, karena penanganan bencana tidak bisa selesai dalam waktu singkat.

BACA JUGA:  Mendagri Laporkan 22 Desa Hilang Akibat Bencana di Sumatera, Terbanyak di Aceh

“Jadi memang kerja sama kurang untuk daerah lain, dan Pak (Presiden) Prabowo (Subianto) juga sudah mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki tongkat Nabi Musa,” katanya.

Padahal, kondisi sekarang berbeda dengan 2004, di mana pemerintah menetapkan status bencana nasional, karena keterbatasan. Misalnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum terbentuk, kemudian anggaran APBD juga belum ada mengenai status tanggap darurat, sehingga pilihannya cuma menetapkan bencana nasional.

Trubus pun mendorong adanya kemandirian dari pemerintah daerah dalam penanganan bencana. Kondisi yang terjadi di Sumatera, menurutnya, menandakan lemahnya pemerintah daerah dalam penanganan bencana, baik saat kejadian maupun pascabencana.

“Harusnya pada pra itu kan ada sosialisasi, pendidikan dan lain-lain, contoh di Yogyakarta, ketika gunung meletus itu warganya tidak teriak-teriak karena sudah tau mau ke mana. Atau Lumajang saat Gunung Semeru meletus,” ujarnya.

BACA JUGA:  28 Persen Sentimen Negatif Terkait Banjir Sumatera-Aceh, DIR: Berpotensi Jadi Krisis Kepercayaan

Lebih lanjut dia mengatakan, langkah Teddy yang menjelaskan secara detail penanganan bencana Sumatera setidaknya menjawab keresahan publik. Sebab, penanganan bencana ini menimbulkan beragam persepsi publik.

“Ya menjawab keresahan publik, paling tidak menjawab dinamika yang terjadi di persepsi publik, karena bencana ini jadi menimbulkan persepsi publik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Teddy menjelaskan penanganan bencana yang dilakukan pemerintah di Sumatera. Pernyataan itu sekaligus menepis berbagai persepsi yang menarasikan seolah-olah pemerintah tidak kerja, padahal sejak hari pertama bencana terjadi pada 26 November 2025, pemerintah pusat dan pemerintah bergerak melakukan penanganan berskala nasional.

“Kita butuh kerja sama, kekompakan, energi positif. Kalau niat bantu, ayo sama-sama hibur warga, timbulkan optimisme, bikin senyum. Kita saling bantu, saling jaga, dan saling dukung,” ujar Teddy, Sabtu 20 Desember 2025.D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Fitur Penting Penjaga Keamanan Dompet Digital
Whoosh Jadi Pilihan Wisatawan Malaysia di Libur Nataru
Harga Pangan di Jabodetabek Meroket Jelang Nataru, Pemerintah Diminta Bertindak
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
Kementerian Kebudayaan Gelar Wicara, Fokus pada Diplomasi Budaya Melalui Sastra dan Gastronomi
Libur Nataru: Pemerintah Prediksi 1,45 Juta Wisman Serbu Indonesia
Nadiem Makarim Absen Lagi di Sidang, Jaksa Sebut Masih Pemulihan Pascaoperasi
Kerja Sama Pendidikan Rusia-Indonesia Semakin Kuat, Peluang Beasiswa Lebih Luas

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 17:21 WIB

Lima Fitur Penting Penjaga Keamanan Dompet Digital

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:13 WIB

Whoosh Jadi Pilihan Wisatawan Malaysia di Libur Nataru

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:40 WIB

Harga Pangan di Jabodetabek Meroket Jelang Nataru, Pemerintah Diminta Bertindak

Sabtu, 27 Desember 2025 - 19:44 WIB

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:56 WIB

Kementerian Kebudayaan Gelar Wicara, Fokus pada Diplomasi Budaya Melalui Sastra dan Gastronomi

Berita Terbaru