Situs Parhutaan Ompung Tuan Sorimangaradja Menuai Sorotan

- Penulis

Sabtu, 24 Juli 2021 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memandang Danau Toba dari Pusuk Buhit, Samosir. Foto:D|kemenparekraf.go.id

Memandang Danau Toba dari Pusuk Buhit, Samosir. Foto:D|kemenparekraf.go.id

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno meneken prasasti Situs Parhutaan Ompung Tuan Sorimangaradja disaksikan secara daring, Senin 5 Juli 2021. Foto:Ist

Isteri ketiga bernama Siboru Sanggul Haomasan, melahirkan anak bernama Suanon/Si Suanon dengan gelar Tuan Sorba Dibanua, juga dipanggil Nai Suanon.

Penulisan nama Tuan Sorba Dijulu dan Nai Ambaton dalam situs tersebut adalah 2 orang yang berbeda. Padahal menurut Parna, dua nama tersebut adalah orang yang sama.

“Penulisan silsilah yang salah dalam situs telah menimbulkan polemik besar di tengah-tengah masyarakat, khususnya kami keturunan Tuan Sorba Dijulu/Nai Ambaton, yang bisa menimbulkan konflik antar marga keturunan Tuan Sorimangaradja,” kata Cornel.

BACA JUGA: Delta Varian Baru Corona, Jawaban Prediksi ‘Juru Kunci’ Pusuk Buhit?

Sebagai Pelecehan

Seharusnya, kata Cornel, penentuan lokasi situs berdasarkan hasil musyawarah (martonggo raja) antar keturunan Tuan Sorimangaradja, didukung oleh kajian/penelitian dari lembaga budaya yang sah.

BACA JUGA:  Arjon Turnip: Bupati Vandiko Apresiasi Penanaman 1.000 Porlak di Samosir

“Dalam peresmian situs Tuan Sorimangaradja, kami keturunan Tuan Sorba Dijulu/Nai Ambaton tidak diberitahu, tidak diajak bicara dan tidak diundang. Padahal silsilah dan nama ompung/nenek kami dicantumkan dan penulisannya salah. Hal ini kami anggap sebagai pelecehan dan tidak menghargai kami keturunan Tuan Sorba Dijulu/Nai Ambaton. Juga bertentangan dengan prinsip dasar dalihan natolu, dengan kata lain mengabaikan adat Batak,” tandas mantan Wakil KSAD ini.

2 tanggapan untuk “Situs Parhutaan Ompung Tuan Sorimangaradja Menuai Sorotan”

  1. Inghon jumolo ma nian di tallik hata, asa di tallik Raut . Artinya harus lebih dulu di rembukkan supaya di laksanakan .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir Kembangkan Bawang Putih Demi Swasembada Pangan, Bupati Vandiko dan Kapolda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Tanam
​Wabup Ariston Dorong Kualitas Data untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Samosir
Gali Potensi Pariwisata, Pemkab Samosir Dukung Produksi Film ‘Pulang Kampung
Melestarikan Tradisi Leluhur, Pemkab Samosir Sukses Gelar Ritual Horja Bius di Pusuk Buhit
Pererat Sinergi Pariwisata, Wakil Walikota Medan Kunjungi Waterfront Pangururan Samosir
Transformasi Digital, Pemkab Samosir Kini Terapkan Juma AI untuk Sektor Pertanian
Bupati Samosir Kunjungi Bakti Komdigi, Usulkan Penanganan Blankspot
Bupati Samosir Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Ajak Generasi Muda Bangkit di Era Digital
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:49 WIB

Samosir Kembangkan Bawang Putih Demi Swasembada Pangan, Bupati Vandiko dan Kapolda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Tanam

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:01 WIB

​Wabup Ariston Dorong Kualitas Data untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Samosir

Senin, 1 Juni 2026 - 08:51 WIB

Gali Potensi Pariwisata, Pemkab Samosir Dukung Produksi Film ‘Pulang Kampung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:46 WIB

Melestarikan Tradisi Leluhur, Pemkab Samosir Sukses Gelar Ritual Horja Bius di Pusuk Buhit

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:58 WIB

Pererat Sinergi Pariwisata, Wakil Walikota Medan Kunjungi Waterfront Pangururan Samosir

Berita Terbaru