Dony Oskaria: Keterlambatan Laporan Keuangan Danantara Akibat Proses Konsolidasi Ribuan BUMN

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Foto: Ist.

Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia, Dony Oskaria, buka suara terkait belum terbitnya laporan keuangan perdana lembaga tersebut. Ia menjelaskan penundaan itu terjadi karena ini adalah pertama kalinya seluruh Badan Usaha Milik Negara disatukan dalam satu laporan keuangan konsolidasi menyeluruh.

“Ini pertama kalinya BUMN melakukan laporan konsolidasi. Dulu BUMN berjalan terpisah-pisah, sekarang menjadi satu holding besar,” ujar Dony, Sabtu (1/8/2026).

Proses ini memerlukan langkah eliminasi transaksi antarperusahaan dalam satu kelompok yang harus dilakukan secara teliti dan terperinci. Contohnya, transaksi yang terjadi antara Pertamina dengan Bank Mandiri, atau Pertamina dengan PLN harus disesuaikan agar tidak tercatat ganda.

“Bisa dibayangkan, seribu lebih BUMN harus melalui proses eliminasi. Hal ini tentu memakan waktu lama agar angka yang disajikan benar-benar akurat,” jelasnya.

Meski laporan gabungan belum selesai, masyarakat tetap bisa mengakses laporan keuangan masing-masing BUMN secara terpisah sebagaimana aturan yang berlaku selama ini.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi Rencana Pemerintah dan Aspirasi Warga

Dony menjamin seluruh proses penyusunan berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. “Semuanya akan sangat transparan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan publik,” tegas dia.

Saat ini, dokumen laporan sedang memasuki tahap pra-audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan sebelum dipublikasikan secara resmi kepada seluruh elemen masyarakat.

Untuk menjamin kualitas dan kepatuhan terhadap standar akuntansi internasional, Danantara juga menggandeng konsultan keuangan ternama kelompok Big Four. Keempat perusahaan tersebut adalah Deloitte, PwC, EY, dan KPMG.

Peran para konsultan ini membantu menyusun kerangka akun keuangan sekaligus memastikan seluruh tahapan pelaporan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dony menegaskan ketelitian di tahun pertama ini menjadi pondasi penting agar kesalahan tidak terjadi di masa mendatang.

“Kita ingin menghasilkan laporan yang benar dan akuntabel. Karena ini tahun pertama, prosesnya memang harus sangat hati-hati,” tambahnya.

BACA JUGA:  Dr. Wan Hidayati: Geopark Kaldera Toba Wajib Penuhi Enam Rekomendasi UNESCO

Setelah pola konsolidasi dan sistem eliminasi transaksi antarperusahaan terbentuk sempurna, penyusunan laporan keuangan di tahun-tahun berikutnya diprediksi akan berjalan jauh lebih cepat dan efisien.

“Begitu sistemnya sudah terbangun dan terintegrasi, tahun depan dan seterusnya prosesnya akan jauh lebih mudah dan lebih cepat,” jelasnya.

Penyusunan laporan ini berjalan beriringan dengan langkah restrukturisasi besar-besaran ekosistem BUMN yang sedang dijalankan pemerintah melalui Danantara.

Publik diminta memaklumi proses ini demi terciptanya tata kelola keuangan BUMN yang lebih rapi, terpadu, dan transparan di bawah satu manajemen induk.

Keakuratan data menjadi prioritas utama ketimbang kecepatan penerbitan, agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan kekayaan negara tetap terjaga dengan baik. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Geledah Kantor ATR/BPN Terkait Kasus HGB Bogor
Sidang Ijazah Jokowi Masuk Pembuktian 1 Oktober
Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding
Nusron Wahid Diyakini Kooperatif jika Dipanggil KPK
Dokter Tifa Optimistis Eksepsi Kedua Kasus Ijazah Jokowi Dikabulkan
Sidang Eksepsi Dokter Tifa Digelar, Kasus Ijazah Jokowi Berlanjut
Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi
OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:30 WIB

KPK Geledah Kantor ATR/BPN Terkait Kasus HGB Bogor

Kamis, 17 September 2026 - 13:14 WIB

Sidang Ijazah Jokowi Masuk Pembuktian 1 Oktober

Kamis, 17 September 2026 - 12:05 WIB

Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding

Kamis, 17 September 2026 - 11:36 WIB

Nusron Wahid Diyakini Kooperatif jika Dipanggil KPK

Kamis, 17 September 2026 - 11:06 WIB

Sidang Eksepsi Dokter Tifa Digelar, Kasus Ijazah Jokowi Berlanjut

Berita Terbaru

Uncategorized

Mengupas Rahasia Sepertiga Malam di Balik Kelahiran Rasulullah

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:46 WIB

KPK menggeledah kantor Kementerian ATR/BPN untuk mencari dan melengkapi alat bukti kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Geledah Kantor ATR/BPN Terkait Kasus HGB Bogor

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:30 WIB

Sidang Dokter Tifa terkait ijazah Jokowi kembali digelar 1 Oktober 2026. Foto: Ist.

Nasional

Sidang Ijazah Jokowi Masuk Pembuktian 1 Oktober

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:14 WIB

Empat pria yang mengaku wartawan dan LSM, yakni AP, AA, PMS, dan ZK. Foto: mistar.id.

Kabupaten Samosir

Polres Samosir Periksa 4 Pria Diduga Peras Kades

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:14 WIB

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Ist.

Nasional

Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:05 WIB