“Sejak kenaikan BBM jumlah penumpang jadi berkurang, sehingga dengan adanya bantuan tarif untuk penumpang dari Pemko Medan kami berharap penumpang dapat kembali ramai,” ucap Iskandar, pengemudi angkot trayek Simalingkar-Gaperta.
Ia juga mengaku sudah mengerti dan memahami bagaimana mekanisme subsidi tarif yang diberikan Pemkot Medan mulai dari cara penumpang men-scan barcode sebelum membayar ongkos dan mengambil uang hasil subsidi ke perusahaan angkot.
“Saya sudah mengerti cara penumpang untuk membayar ongkos yang telah disubsidi. Penumpang nantinya kita minta untuk men-scan barcode baru membayar ongkos,” ujarnya.
Harapan yang sama juga disampaikan sopir angkot bernama Darwin Lubis.
“Kami berharap setelah disubsidi Pak Bobby Nasution, jumlah penumpang kembali normal kembali dan penghasilan kami bisa memadai untuk memenuhi kebutuhan Keluarga,” ujar sopir angkot trayek Bandar Setia-Titi Kuning.
Sementara itu Sekretaris Organda Kota Medan, Jaya Sinaga, menilai kebijakan Wali Kota Medan memberikan subsidi menguntungkan bagi sopir angkot dan penumpang.
“Subsidi yang diberikan Pemko Medan ini merupakan keuntungan bagi sopir dan penumpang. Dengan tarif yang disubsidi pemerintah tentunya mendorong minat masyarakat untuk menggunakan jasa angkutan kota,” tuturnya. D|Red-04