Tegas! Pemkot Sibolga Pecat Pegawai RSUD Terlibat Pungli Biaya Pemulasaran Jenazah

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pungli Korban Bencana, 2 Pegawai RSUD FL Tobing Sibolga Dipecat (Foto:Ist)

Pungli Korban Bencana, 2 Pegawai RSUD FL Tobing Sibolga Dipecat (Foto:Ist)

Sibolga-Mediadelegasi : Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga dengan tegas membantah tuduhan mengenai adanya dugaan pungutan biaya pemulasaran jenazah korban bencana alam oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) FL. Tobing Kota Sibolga. Bantahan ini disampaikan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait praktik pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai rumah sakit.

Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum, Sekretariat Daerah Kota Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis, menjelaskan bahwa pungutan tersebut bukan merupakan kebijakan resmi dari pihak rumah sakit, melainkan tindakan pribadi yang dilakukan oleh oknum pegawai. “Pungutan tersebut bukan kebijakan rumah sakit, melainkan tindakan pribadi oknum,” tegasnya saat konferensi pers pada Senin, 8 Desember 2025.

Sebagai bentuk tindakan tegas, Pemkot Sibolga telah mengambil langkah cepat dengan memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada dua orang pegawai RSUD FL. Tobing yang terbukti terlibat dalam praktik pungli tersebut. Kedua pegawai tersebut masing-masing berinisial AT dan KHS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga terlibat dalam kasus ini akan diproses lebih lanjut oleh Inspektorat Kota Sibolga. “Seluruh dokumen pemberhentian maupun rekomendasi pemeriksaan telah dipersiapkan dan disampaikan sesuai prosedur,” ujar Denni.

BACA JUGA:  Respons Bobby Nasution terhadap Penjarahan di Sibolga dan Tapteng

Denni juga meluruskan pemberitaan yang beredar di salah satu media yang menyebutkan bahwa keluarga korban bernama Doris telah membayar sejumlah Rp3 juta kepada pihak rumah sakit. Setelah dilakukan konfrontasi, terungkap bahwa jumlah yang sebenarnya dibayarkan adalah Rp800 ribu, dan uang tersebut diberikan langsung kepada oknum pegawai, bukan kepada pihak RSUD FL. Tobing Kota Sibolga.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Direktur dan Wakil Direktur RSUD FL. Tobing telah mengembalikan uang tersebut secara langsung kepada pihak keluarga korban. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan transparan kepada masyarakat, terutama dalam situasi yang sulit seperti saat ini.

Direktur RSUD FL. Tobing, Ivona Hasfika, menegaskan bahwa sejak awal terjadinya bencana, pihaknya telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh pegawai untuk tidak melakukan kutipan biaya apa pun terkait pelayanan kepada korban bencana. Instruksi ini mencakup seluruh layanan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat jalan, rawat inap, hingga pelayanan pemulasaran jenazah.

“Untuk korban luka, seluruh layanan IGD, rawat jalan, hingga rawat inap ditangani tanpa biaya. Untuk korban meninggal, seluruh proses penanganan jenazah di rumah sakit juga tidak dipungut biaya. Ambulans untuk pengantaran jenazah pun digratiskan,” jelas Ivona.

BACA JUGA:  Tindakan Tegas Polsek Tanjungpura: Amankan Pelaku Pungli di Perlintasan Rel Kereta Api

Ivona menambahkan bahwa RSUD FL. Tobing Kota Sibolga juga telah berkoordinasi dengan KRI dr. Radjiman 992 serta RSUP Haji Adam Malik Medan untuk penanganan korban dengan kondisi khusus. Seluruh proses rujukan, penanganan, dan kebutuhan ambulans juga tidak dikenakan biaya apa pun.

Selain memberikan pelayanan medis, RSUD FL. Tobing juga turut menyediakan konsumsi serta dukungan operasional berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi petugas yang bertugas selama masa tanggap darurat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh petugas dapat menjalankan tugasnya dengan optimal dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Pemkot Sibolga berharap dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat dapat memahami bahwa tidak ada kebijakan pungutan biaya pemulasaran jenazah korban bencana alam di RSUD FL. Tobing. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan adanya indikasi praktik pungli atau penyimpangan lainnya dalam pelayanan publik.

Pemkot Sibolga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan bahwa seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.D|Red.

 

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gibran Sapa Jemaat dan Bagikan Tas Sekolah saat Kunjungi Gereja di Gunungsitoli
Respons Bobby Nasution terhadap Penjarahan di Sibolga dan Tapteng
Ir. Mandalasah Turnip, SH Ajak Masyarakat Ulurkan Tangan untuk Korban Banjir Sumut di Momen Natal
Kegiatan Site Visit Experience Agent Of Change Pulau Nias
Korupsi Proyek Air Baku Gunungsitoli, Konsultan Pengawas Jadi Tersangka
Wali Kota Gunungsitoli Tanggapi Langsung Keluhan Siswa SD Negeri 071077 Mado Laoli
DWP Kota Gunungsitoli Gelar Rapat Kerja dan Bahas Persiapan Musda V
Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Ke-53 PKK Se-Kota Gunungsitoli Tahun 2025

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 13:30 WIB

Gibran Sapa Jemaat dan Bagikan Tas Sekolah saat Kunjungi Gereja di Gunungsitoli

Selasa, 9 Desember 2025 - 11:50 WIB

Tegas! Pemkot Sibolga Pecat Pegawai RSUD Terlibat Pungli Biaya Pemulasaran Jenazah

Senin, 1 Desember 2025 - 10:56 WIB

Respons Bobby Nasution terhadap Penjarahan di Sibolga dan Tapteng

Rabu, 26 November 2025 - 16:48 WIB

Ir. Mandalasah Turnip, SH Ajak Masyarakat Ulurkan Tangan untuk Korban Banjir Sumut di Momen Natal

Selasa, 18 November 2025 - 14:53 WIB

Kegiatan Site Visit Experience Agent Of Change Pulau Nias

Berita Terbaru

Suasana di depan SD Negeri 165726 Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tebingtinggi, yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Padang. Terlihat para siswa sedang dijemput dan dievakuasi oleh orang tua atau warga karena kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan demi keselamatan. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Banjir Rendam Sekolah di Tebingtinggi, KBM Diliburkan Sementara

Senin, 11 Mei 2026 - 17:48 WIB