Nias Selatan-Mediadelegasi: Universitas Nias Raya menyelenggaran diskusi ilmiah bertema Konservasi Penyu Nias dalam upaya mengambil peran untuk ikut melestarikan salah satu jenis satwa laut yang dilindungi tersebut.
Komitmen itu mengemuka dalam diskusi ilmiah yang diselenggarakan Universitas Nias Raya (Uniraya) di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara pada 13-14 Februari 2023.
Diskusi ilmiah ini menghadirkan pembicara, yaitu pendiri sebuah lembaga konservasi penyu pertama di Kepulauan Nias, Yafaowolo’o Gea dan dosen Uniraya Yan Piter Basman Ziraluo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam diskusi yang diikuti sejumlah mahasiswa Uniraya dan pelajar SMK Hang Tuah Kecamatan Teluk Dalam itu, kedua pembicara menyatakan bahwa penyu memiliki peranan penting di dalam ekosistem laut.
Gangguan non-alam, seperti pencurian telur penyu yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab merupakan suatu hal yang tidak boleh terjadi dikemudian hari.
“Universitas Nias Raya berkomitmen untuk mengambil peran dalam upaya pelestarian penyu di Nias Selatan,” kata Yan Piter Basman Ziraluo.
Terkait dengan komitmen tersebut, pihaknya mengajak segenap civitas akademika Uniraya untuk ikut berperan aktif membangun kesadaran warga dalam menjaga ekosistem dan habitat penyu di Kepulauan Nias, termasuk di sepanjang pesisir Nias Selatan.
Sementara, Yafaowolo’o Gea dalam acara diskusi itu menekankan bahwa diperlukan suatu upaya bersama untuk mengenali dan memahami cara melindungi penyu.
“Penyu adalah salah satu hewan yang dilindungi, dan pesisir Nias Selatan telah menjadi habitat pilihan untuk berkembang biak,” ucap dia.
Berdasarkan penelitian, penyu mempunyai peran penting dalam menjaga ekosistem laut yang sehat.
Laut yang sehat akan menjadi habitat berjuta-juta ikan sebagai sumber protein penting bagi manusia.
Oleh karena itu, kata Java Yafaowolo’o,upaya menyelamatkan populasi biota laut purba langka itu perlu terus dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi yang akan akan datang.
Dikatakannya, program edukasi tentang pelestarian hewam penyu perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami bahwa penyu adalah salah satu biota yang dilindungi sekaligus mengingatkan khalayak pentingnya menjaga lingkungan.
Diskusi ilmiah yang berlangsung di kampus Uniraya dilanjutkan dengan kegiatan melepasliarkan ratusan tukik(anak penyu ke habitatnya di Pulau Onolimbu, persisinya di kawasan pesisir Desa Tagaule, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias.
Kegiatan melepasliarkan tukik ke laut itu juga turut melibatkan sejumlah generasi muda yang tergabung dalam komunitas Nias Indah.
Setelah itu, di tempat yang sama dilaksanakan aksi bersih-bersih sampah di kawasan pantai. D|Red












