Aksi Mahasiswa UI: Sempat Terblokade dan Bersitegang, Akhirnya Berjalan Kaki Menuju Bundaran HI

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa UI yang akan menggelar unjuk rasa di Bundaran HI terpantau melanjutkan perjalanan dengan longmarch menuju Bundaran HI. Foto: Ist.

Mahasiswa UI yang akan menggelar unjuk rasa di Bundaran HI terpantau melanjutkan perjalanan dengan longmarch menuju Bundaran HI. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Rombongan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) yang bergerak untuk menggelar unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sempat mengalami penahanan dan pemblokiran jalan oleh aparat kepolisian di kawasan Simpang Susun Semanggi. Kedatangan mereka yang membawa aspirasi kritis terhadap pemerintah harus berhadapan dengan barikade polisi yang menutup akses menuju Jalan Sudirman sejak awal perjalanan.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, massa mahasiswa awalnya tertahan di jalur bawah Simpang Susun Semanggi, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman arah ke Bundaran HI. Posisinya terkurung dan tidak dapat melanjutkan perjalanan karena akses jalan dijaga ketat oleh petugas kepolisian yang membentuk barikade manusia dan memasang penghalang jalan.

Situasi berubah sekitar pukul 14.03 WIB, ketika aparat kepolisian akhirnya memberikan kelonggaran dan membuka akses jalan yang sempat ditutup rapat tersebut. Momen ini langsung disambut antusias oleh para mahasiswa yang segera memanfaatkannya untuk melanjutkan perjalanan menuju titik tujuan utama mereka dengan cara berjalan kaki atau longmarch.

Suasana berjalan kaki menuju pusat kota terlihat semangat, di mana para mahasiswa berjalan beriringan sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan yel-yel yang menggema di sepanjang jalan protokol. Nyanyian dan teriakan aspirasi ini menjadi penanda kehadiran mereka di tengah hiruk-pikuk aktivitas ibu kota yang mulai terpengaruh oleh keberadaan massa aksi.

Meskipun jalur bagi pejalan kaki sudah dibuka, kepolisian tetap memberlakukan pembatasan ketat terhadap kendaraan. Bus-bus besar yang sebelumnya digunakan mahasiswa untuk berangkat dari kampus tidak diizinkan melintas di Jalan Sudirman menuju lokasi aksi. Armada kendaraan tersebut terpaksa tetap tertahan dan akhirnya dialihkan rutenya ke arah kawasan Gelora Bung Karno.

BACA JUGA:  Roy Suryo Minta Silfester Matutina & Jokowi Dihadirkan ke Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Tidak hanya itu, pihak berwenang juga masih menutup rapat ruas jalan di titik awal tempat mahasiswa sempat ditahan. Langkah rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengatur arus kendaraan serta mencegah kemungkinan meluasnya massa atau gangguan yang lebih besar terhadap kelancaran lalu lintas di kawasan bisnis utama Jakarta.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan kronologi perjalanan rombongan yang berangkat dari kampus di Depok. Rute yang ditempuh adalah melewati Lenteng Agung, berbelok ke arah Pancoran, hingga tiba di depan Polda Metro Jaya dan kawasan Semanggi, di mana akses seharusnya ke arah Sudirman justru ditutup total.

“Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup,” ungkap Anandaku saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa pemblokiran itu terjadi meskipun pihaknya telah memenuhi seluruh ketentuan administrasi dan pemberitahuan.

Ia menambahkan, surat pemberitahuan aksi telah diserahkan secara resmi, dan informasi mengenai titik kumpul serta rencana aksi juga sudah dipublikasikan luas lewat media sosial. Namun, alih-alih diizinkan, pihak kepolisian justru memaksa mereka memindahkan lokasi aksi ke tempat lain, yaitu ke depan gedung DPR/MPR RI, yang ditolak mentah-mentah oleh mahasiswa.

BACA JUGA:  Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan

“Kita sudah coba menyampaikan bahwasanya kita sudah memberikan surat pemberitahuan aksi, pun juga kami sudah mempublikasikan di media sosial semua terkait dengan titik aksi dan sebagainya, tapi kita dipaksa pindah ke depan gedung DPR/MPR,” tegasnya.

Ketika sedang dihadang dan ditahan, suasana sempat memanas dan terjadi ketegangan fisik. Anandaku menyebutkan bahwa pihak kepolisian tidak memberikan penjelasan jelas alasan penutupan jalan. Permintaan agar akses dibuka tidak direspons, sehingga memicu insiden saling dorong antara massa mahasiswa dan petugas kepolisian yang berjaga.

“Sempat (bersitegang). Kita sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali nggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga,” kenangnya. Meski demikian, ia menegaskan tekad bulat untuk tetap berorasi di Bundaran HI sebagai bentuk kekecewaan terhadap DPR dan Presiden yang dianggap tidak lagi peduli rakyat.

Jumlah massa yang bergerak dan tertahan di lokasi tersebut tercatat mencapai sekitar 700 orang. Mereka berangkat secara berombongan menggunakan 14 unit bus dari kampus. Kini, meski kendaraan tidak bisa masuk, mereka tetap berjalan kaki menuju jantung kota untuk menyuarakan aspirasi dan kritik mereka secara langsung di hadapan publik. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah
Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi
Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat
Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat
KPK Tetapkan Dedi Congor Tersangka Baru Suap Bea Cukai, Kasus Cukai Djarum Disorot
Putusan MA soal Gibran Picu Desakan DPR Tinjau Syarat Wakil Presiden
Kasus Suap ATR/BPN: KPK Periksa Dirut PT Kencana Jaya Property Terkait Lahan Bogor
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:12 WIB

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah

Selasa, 3 November 2026 - 16:26 WIB

Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar

Selasa, 3 November 2026 - 14:16 WIB

Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB