Binjai-Mediadelegasi: Aksi Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi atau Wawa Binjai menjajal langsung jalan rusak (test drive) dengan sepeda motor viral dan menuai perhatian publik. Di tengah pro dan kontra yang muncul, aksi tersebut dinilai bukan sekadar atraksi pejabat di jalanan, melainkan bentuk komunikasi politik yang menyentil kinerja internal pemerintah kota.
Pakar komunikasi politik UIN Sumatera Utara, Dr. Fakhrur Rozi, M.I.Kom., menilai langkah Hasanul Jihadi menunjukkan tanggung jawab moral pemerintah sekaligus respons terhadap keluhan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur.
“ Aksi Pak Wakil Wali Kota itu bisa disebut sebagai sentilan ke jajarannya. Sederhananya, Pak Wawa ingin merasakan langsung apa yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menunjukkan tanggung jawab Pemko Binjai terhadap masalah jalan rusak ini,” ujar Fakhrur Rozi, Senin (10/8/2026).
Menurut Fakhrur, cara Hasanul menyampaikan pesan juga memiliki dimensi komunikasi politik yang tidak lazim. Ia melihat unsur humor dan satir dalam video tersebut sebagai cara mengkritik dari dalam pemerintahan sekaligus meredam ketegangan di tengah kritik publik.
“Kalau saya melihat videonya itu satir, mengkritik ke dalam. Dalam teori komunikasi politik ada penggunaan humor yang dikenal sebagai self-deprecating theory—seperti menertawakan diri sendiri sebagai bentuk kritik internal, sekaligus meredam kritik dari masyarakat,” katanya.
Namun, di balik kemasan humor tersebut, Fakhrur melihat pesan yang lebih serius. Aksi Hasanul dinilai menjadi peringatan bagi jajaran teknis agar persoalan jalan rusak tidak kembali dibiarkan berlarut-larut.
“Aksi ini bagus dalam arti untuk tidak diulangi kembali. Kalau pimpinan sampai harus naik sepeda motor di jalan rusak, itu jadi pukulan dan sinyal keras untuk jajaran Pemko Binjai, khususnya Dinas PU. Kalau sampai terjadi lagi di masa depan, jajarannya harus dievaluasi,” ujar Fakhrur.
Aksi Hasanul Jihadi itu viral di media sosial pada akhir pekan lalu. Respons publik pun terbelah. Sebagian menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberanian pejabat turun langsung ke lapangan, sementara sebagian lainnya mempertanyakan efektivitas aksi tersebut dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur.
Hasanul sendiri menegaskan bahwa turun langsung ke lapangan merupakan bagian dari upayanya melihat persoalan masyarakat dari dekat. Ia bahkan mengajak Sekretaris Daerah Binjai ikut menjajal jalan rusak tersebut.
“Ya ini tanda bahwa saya tetap turun ke lapangan melihat langsung masyarakat. Saya ajak Sekda (test drive jalan rusak) supaya pemerintah juga ikut merasakan apa yang dirasakan rakyat,” kata Hasanul Jihadi.
Bagi Hasanul, jalan rusak bukan sekadar persoalan yang terlihat dari balik meja pemerintahan. Dengan menjajalnya secara langsung, ia ingin jajaran pemerintah merasakan kondisi yang setiap hari dihadapi warga.
Kini, setelah aksi tersebut menjadi perbincangan publik, perhatian berikutnya tertuju pada tindak lanjut pemerintah. Sebab, jika test drive Hasanul Jihadi dimaknai sebagai kritik internal, maka pembuktian berikutnya bukan lagi di atas sepeda motor, melainkan di lapangan: kapan jalan-jalan rusak itu benar-benar diperbaiki? D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Alx
Editor : Alan






