Binjai-Mediadelegasi: Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Binjai–Sumatera Utara (PB IMBI-SU) Muhammad Aldo Tarigan melontarkan kritik keras terhadap semakin mengakarnya budaya korupsi yang kini kerap dianggap sebagai hal lumrah di tengah masyarakat.
Pria yang akrab disapa Aldo ini menegaskan, korupsi tidak tiba-tiba muncul dalam bentuk proyek miliaran rupiah, melainkan bermula dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dibiarkan berlarut-larut hingga menjadi kebiasaan buruk.
“Korupsi adalah musuh tak kasat mata. Ia tumbuh dari pembiaran, penyalahgunaan jabatan yang dianggap biasa, serta mental ingin diuntungkan tanpa memikirkan kepentingan rakyat. Saat kita memaklumi hal itu, kita sedang membesarkan bibit koruptor,” ujar Aldo di Kota Binjai, Selasa (21/7/2026) malam.
Ia mengajak seluruh pemuda, mahasiswa, hingga aparatur pemerintahan di Kota Binjai untuk tidak hanya berbicara soal integritas, tetapi membuktikannya lewat tindakan nyata dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama setiap keputusan.
Menurutnya, perubahan besar dalam pemberantasan korupsi tidak harus selalu dimulai dari tingkat pusat, melainkan berangkat dari keberanian membersihkan lingkungan sendiri.
“Jangan bicara jauh-jauh soal bersihkan negeri, mari mulai dari Kota Binjai yang kita cintai. Jangan biarkan kota ini terus identik dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Diam kita berarti memberi ruang budaya buruk itu terus hidup,” tegasnya.
Aldo menilai praktik KKN kini sudah menjadi penyakit kronis yang harus segera diputus rantainya sebelum semakin merusak sendi-sendi bernegara.
Ia menegaskan jabatan publik adalah amanah rakyat, bukan warisan keluarga, bukan balas jasa politik, dan bukan pula sarana memperkaya diri maupun kelompok tertentu.
Lebih lanjut, Aldo menyamakan tingkat bahaya korupsi dengan ancaman narkoba yang sedang memusnahkan generasi muda.
“Kalau narkoba menghancurkan masa depan individu, korupsi justru merampas hak seluruh rakyat, memperlebar kesenjangan, dan mematikan kepercayaan terhadap hukum. Dampaknya sama dahsyatnya,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan cita-cita Indonesia Emas 2045 tak akan pernah terwujud jika masih ada pihak yang memelihara praktik korupsi di setiap jengkal pemerintahan.
“Indonesia Emas tak lahir dari tangan kotor. Selama korupsi diberi ruang, kita wariskan kehancuran, bukan kemajuan. Sudah saatnya Binjai jadi pelopor perubahan, bukan contoh buruk bagi daerah lain,” tutup Aldo. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Ardiansyah Tanjung
Editor : Alan






