Selain peluncuran buku, pihaknya juga telah merencanakan pemugaran makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi dan mendirikan geriten atau tugu sang pendiri Kota Medan itu di Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
“Acara peletakan batu pertama pemugaran makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi direncanakan dilaksanakan sehari setelah peluncuran buku,” ucap Roy Kaban.
Hari Jadi Kota Medan
Berdasarkan keterangan yang dirangkum dari berbagai sumber, Hari Jadi Kota Medan yang diperingati setiap tanggal 1 Juli mengacu kepada wafatnya Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada 1 Juli 1590.
Penamaan “Medan” berasal dari kata “Madaan” yang berarti menjadi sehat atau lebih baik.
Guru Patimpus yang lahir di Ajijahe, Kabupaten Karo, semasa pengembaraannya dikenal sebagai seorang yang ahli menyembukan penyakit dengan menggunakan ramuan tradisional Karo.
Guru dalam bahasa Karo berarti seorang yang berilmu dan Pa Timpus Sembiring Pelawi dikenal pada masa itu adalah sosok “guru” tersebut. Konon, ia juga dikenal sebagai sosok yang penuh dengan kewibawaan, gagah dan berjiwa patriot.
Sosok Guru Patimpus yang berjasa dan memiliki semangat juang yang tinggi menjadi panutan masyarakat hingga saat ini.
Sebagai wujud penghormatan atas jasa kepada sang pendiri Kota Medan itu, Pemkot Medan mendirikan monumen Guru Patimpus di Bundaran Petisah dan mengabadikan namanya menjadi salah satu jalan di kawasan inti kota tersebut. D|Red-04