Wali Kota: Kenalkan Sosok Guru Patimpus Pada Generasi Muda

Wali Kota: Kenalkan Sosok Guru Patimpus Pada Generasi Muda
Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Kadis Kebudayaan Kota Medan OK Zulfi (ketiga kiri), Kadis Kebersihan dan Pertamanan Syarifuddin Irsan Dongoran (kedua kiri) dan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Adlan (kiri) saat menerima Panitia Peluncuran Buku Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi yang diketuai John Peter Roy Kaban (kedua kanan), di Balai Kota Medan, Selasa (18/10). Foto: Diskominfo Kota Medan.

Selain peluncuran buku, pihaknya juga telah merencanakan pemugaran makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi dan mendirikan geriten atau tugu sang pendiri Kota Medan itu di Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

“Acara peletakan batu pertama pemugaran makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi direncanakan dilaksanakan sehari setelah peluncuran buku,” ucap Roy Kaban.

Hari Jadi Kota Medan
Berdasarkan keterangan yang dirangkum dari berbagai sumber, Hari Jadi Kota Medan yang diperingati setiap tanggal 1 Juli mengacu kepada wafatnya Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada 1 Juli 1590.

Bacaan Lainnya

Penamaan “Medan” berasal dari kata “Madaan” yang berarti menjadi sehat atau lebih baik.

Guru Patimpus yang lahir di Ajijahe, Kabupaten Karo, semasa pengembaraannya dikenal sebagai seorang yang ahli menyembukan penyakit dengan menggunakan ramuan tradisional Karo.

Guru dalam bahasa Karo berarti seorang yang berilmu dan Pa Timpus Sembiring Pelawi dikenal pada masa itu adalah sosok “guru” tersebut. Konon, ia juga dikenal sebagai sosok yang penuh dengan kewibawaan, gagah dan berjiwa patriot.

Sosok Guru Patimpus yang berjasa dan memiliki semangat juang yang tinggi menjadi panutan masyarakat hingga saat ini.

Sebagai wujud penghormatan atas jasa kepada sang pendiri Kota Medan itu, Pemkot Medan mendirikan monumen Guru Patimpus di Bundaran Petisah dan mengabadikan namanya menjadi salah satu jalan di kawasan inti kota tersebut. D|Red-04

Pos terkait