Wamenhaj Dahnil Anzar Bantah Isu Anaknya Terlibat Bullying di Sekolah ICM Tangsel, Sebut Hoaks

Senin, 28 September 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak membantah isu anaknya terlibat perundungan di sekolah ICM Tangsel dan menyebut kabar tersebut sebagai hoaks. Foto: Ist.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak membantah isu anaknya terlibat perundungan di sekolah ICM Tangsel dan menyebut kabar tersebut sebagai hoaks. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak buka suara terkait isu yang menyebut anaknya terlibat dalam kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026).

Dahnil meminta awak media untuk menanyakan kebenaran informasi tersebut langsung kepada pihak sekolah, yaitu Insan Cendekia Madani (ICM) yang berlokasi di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

“Tanya ke ICM, tanya ke sekolahnya,” ucap Dahnil tegas saat dimintai tanggapan.

Ia menegaskan bahwa isu yang beredar tersebut tidak benar. Menurutnya, saat ini banyak sekali kabar bohong atau hoaks yang menyebar luas di masyarakat, termasuk isu yang menimpa keluarganya.

“Kan sekarang hoaks banyak sekali. Hoaks. Banyak sekali yang… ditanya ke pihak sekolah,” sambungnya.

BACA JUGA:  USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Isu ini mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Threads menjadi viral. Akun yang mengaku sebagai salah satu keluarga korban memaparkan rincian peristiwa yang diduga terjadi pada 26 Agustus 2026 di lapangan sekolah saat kegiatan Pramuka berlangsung.

Dalam unggahan tersebut, dikisahkan bahwa korban ditahan oleh sejumlah pelaku dengan kedua tangan dipegang ke belakang, diposisikan duduk, lalu mata dan mulutnya ditutup menggunakan dasi. Korban kemudian dipukuli menggunakan buku dan dilempari potongan karet rumput sintetis.

Aksi tersebut berlangsung cukup lama hingga akhirnya korban dilepaskan. Saat teman-teman seangkatan berani mendekat, terlihat telinga korban berdarah dan mengalami luka robek yang memerlukan penanganan medis berupa penjahitan. Dugaan sementara menyebut luka tersebut berasal dari benda tajam, seperti name tag besi atau cincin besi pada seragam Pramuka.

BACA JUGA:  Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Putar Uang Rp 223 Triliun Per Tahun, Salurkan Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Disebutkan pula bahwa terdapat enam pelaku yang merupakan kakak kelas atau senior dari korban. Nama salah satu anak pejabat kemudian terseret dalam pemberitaan yang menyebar cepat di berbagai platform media sosial.

Hingga kini, pihak sekolah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus ini. Kasie Humas Polres Tangerang Selatan Iptu Yuni juga meminta waktu untuk menelusuri dan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai laporan yang masuk.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penanganan serius terhadap perundungan di lingkungan pendidikan. Masyarakat berharap kebenaran dapat terungkap secara transparan, dan pihak sekolah maupun pihak berwenang dapat menindaklanjuti dengan adil demi melindungi setiap anak dari kekerasan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT KPK di BNPB: 14 Orang Ditangkap Termasuk Sestama Rustian, Uang Rp1,4 Miliar Disita
BGN Suspend 91 SPPG Belum Kembalikan Dana Temuan BPK Senilai Rp18,19 Miliar
Kapolri Suyudi Gencarkan Penggerebekan Sarang Narkoba, Ratusan Orang Diamankan
Kabut Asap Indonesia Picu Protes Warga Malaysia, Pernyataan Oksigen Disorot
Ahmad Doli Tantang Hasyim Asy’ari Buka Polemik PKPU Gibran
Mercy Sihombing Desak Gibran Mundur, Soroti Putusan MK
APAI Laporkan Enam Komisioner KPU ke DKPP soal Gibran
Bea Masuk Plastik 0 Persen, Pemerintah Beri Insentif 6 Bulan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:10 WIB

OTT KPK di BNPB: 14 Orang Ditangkap Termasuk Sestama Rustian, Uang Rp1,4 Miliar Disita

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:12 WIB

BGN Suspend 91 SPPG Belum Kembalikan Dana Temuan BPK Senilai Rp18,19 Miliar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Kapolri Suyudi Gencarkan Penggerebekan Sarang Narkoba, Ratusan Orang Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Kabut Asap Indonesia Picu Protes Warga Malaysia, Pernyataan Oksigen Disorot

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Ahmad Doli Tantang Hasyim Asy’ari Buka Polemik PKPU Gibran

Berita Terbaru

Gubernur Sumut Bobby Nasution menerima kunjungan silaturahmi Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (13/10/2026). Dorong Perda khusus anti-narkoba, kolaborasi 3 program unggulan: Germas Tolak Narkoba, Kompak, Sahata. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Bobby Nasution Dorong Perda Anti-Narkoba, Polda Sumut Siapkan 3 Program

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:49 WIB