Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN: Tegas, Disiplin, dan Paham Operasional

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nanik S Deyang yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Foto: Ist.

Nanik S Deyang yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk menggantikan Dadan Hindayana ternyata didasari oleh pertimbangan mendalam dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, yang menjabarkan alasan utama di balik keputusan strategis tersebut, menekankan pada karakter kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang dimiliki sosok terpilih.

Menurut penjelasan Prasetyo Hadi, salah satu alasan terkuat mengapa Presiden Prabowo menunjuk Nanik adalah karena sosok tersebut dikenal memiliki karakter yang tegas dan sangat disiplin. Dalam pandangan Presiden, ketegasan ini menjadi syarat mutlak yang dibutuhkan untuk membenahi dan menjalankan tata kelola organisasi di BGN agar berjalan bersih, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku.

“Dalam evaluasi dan monitoring, beliau salah satu yang cukup kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas terhadap yang kemarin kami sampaikan, kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, saat memberikan keterangan pers yang dikutip pada Jumat (5/6/2026).

Lebih rinci, Mensesneg menjelaskan bahwa ketegasan Nanik S Deyang tidak hanya berlaku pada urusan administrasi semata, tetapi juga mencakup seluruh aspek manajemen kelembagaan. Presiden menginginkan pemimpin yang mampu menegakkan disiplin tinggi dalam setiap alur kerja, dan Nanik dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam menerapkan prinsip tersebut di lingkungan kerjanya.

BACA JUGA:  BGN Pastikan Tak Ada Keterlibatan Internal dalam Kasus Jual Beli Titik SPPG, Kerugian Capai Rp1,9 Miliar

Selain aspek manajemen organisasi, poin krusial lain yang menjadi pertimbangan Presiden adalah pengawasan terhadap kualitas makanan yang disalurkan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas, sehingga kualitas gizi dan keamanan pangan harus terjamin sepenuhnya. Di sinilah karakter tegas Nanik dinilai sangat dibutuhkan untuk menjaga standar mutu.

“Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” tambah Prasetyo, menegaskan bahwa kepuasan dan manfaat bagi masyarakat adalah tujuan akhir yang harus dijaga ketat.

Faktor penentu kedua yang membuat nama Nanik S Deyang dipilih adalah pengalaman kerjanya yang sudah tercatat di lembaga tersebut. Sebelum diangkat menjadi pemimpin tertinggi, Nanik diketahui telah mengemban amanah sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan terakhir. Posisi ini memberikannya wawasan langsung mengenai bagaimana lembaga ini beroperasi sehari-hari.

Prasetyo menilai, masa bakti Nanik sebagai wakil kepala memberikan waktu yang cukup baginya untuk memahami seluk-beluk, proses bisnis, hingga dinamika yang terjadi di internal BGN. Pemahaman mendalam ini dianggap sangat berharga karena memungkinkan transisi kepemimpinan berjalan mulus tanpa perlu waktu adaptasi yang terlalu lama.

“Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” ungkapnya lagi.

BACA JUGA:  Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Rampasan Tambang Ilegal ke PT Timah

Dengan bekal pemahaman tersebut, pemerintah meyakini Nanik tidak perlu lagi memulai dari nol. Ia sudah mengenal struktur, tantangan, hingga potensi yang ada di lembaga yang bertanggung jawab atas gizi masyarakat ini. Hal ini sangat penting mengingat BGN sedang membutuhkan langkah pemulihan dan perbaikan menyeluruh pasca berbagai masalah yang sempat mencoreng nama lembaga.

Presiden Prabowo Subianto memiliki harapan besar terhadap kepemimpinan baru ini. Bersama dua wakil kepala yang juga baru dilantik, Nanik S Deyang ditugaskan untuk segera mempercepat langkah-langkah pembenahan. Fokus utamanya adalah memastikan perbaikan tata kelola, peningkatan kinerja, dan penguatan sistem pengawasan agar program MBG berjalan jauh lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Jadi itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan,” pungkas Prasetyo Hadi. Penunjukan ini menjadi babak baru bagi BGN untuk kembali fokus pada tugas pokoknya, yaitu memberikan manfaat gizi nyata bagi seluruh rakyat Indonesia dengan standar integritas tertinggi. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota Brimob Jadi ‘Mata-mata’ Sindikat Narkoba Samarinda, Diboyong Bareskrim ke Jakarta
Kasus dr Richard Lee Masuk Tahap II, Produk Diubah Nama Tanpa Izin BPOM Terancam 12 Tahun Penjara
Menteri Hukum Tegaskan ASN Dilarang Main-main dalam Layanan Publik, Menyusul Marak Kasus Korupsi
Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Bongkar Nama Besar di Kasus Korupsi MBG
Ayah Kandung di Sidoarjo Perkosa Anak 13 Tahun Berulang Kali, Paksa Minum Pil KB
Faiz Hidayat Hilang di Gunung Seulawah, Pencarian Masih Berlanjut Hingga Hari Ketiga
Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Dahsyat, Semburkan Abu Setinggi 2.500 Meter dan Picu Hujan Abu
Saiful Mujani Diperiksa 5 Jam Terkait Dugaan Penghasutan: Pernyataan Saya Hanya Pertanyaan, Bukan Ajakan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:17 WIB

Anggota Brimob Jadi ‘Mata-mata’ Sindikat Narkoba Samarinda, Diboyong Bareskrim ke Jakarta

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:28 WIB

Kasus dr Richard Lee Masuk Tahap II, Produk Diubah Nama Tanpa Izin BPOM Terancam 12 Tahun Penjara

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:29 WIB

Menteri Hukum Tegaskan ASN Dilarang Main-main dalam Layanan Publik, Menyusul Marak Kasus Korupsi

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:03 WIB

Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN: Tegas, Disiplin, dan Paham Operasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:24 WIB

Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Bongkar Nama Besar di Kasus Korupsi MBG

Berita Terbaru