Prabowo: Jangan Sampai Karhutla Masuk Zona Inti IKN, Minta Helikopter Chinook Diterjunkan

Senin, 7 September 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan Ibu Kota Nusantara yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto agar tetap terjaga dari ancaman sebaran kebakaran hutan dan lahan. Prabowo secara khusus memerintahkan pengerahan helikopter Chinook guna mencegah api memasuki zona inti IKN demi melindungi kawasan strategis pembangunan nasional tersebut. Foto: Ist.

Kawasan Ibu Kota Nusantara yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto agar tetap terjaga dari ancaman sebaran kebakaran hutan dan lahan. Prabowo secara khusus memerintahkan pengerahan helikopter Chinook guna mencegah api memasuki zona inti IKN demi melindungi kawasan strategis pembangunan nasional tersebut. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan tegas agar kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan jangan sampai meluas hingga masuk ke kawasan zona inti Ibu Kota Nusantara. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Terbatas Penanganan Bencana yang digelar di Istana Merdeka, Senin (7/9/2026).

“Yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan. Jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti,” tegas Prabowo memberikan penekanan khusus terhadap pengamanan kawasan pembangunan IKN dari ancaman sebaran api yang terus meluas di wilayah sekitarnya.

Guna memperkuat upaya pemadaman dari udara, Presiden meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana segera berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk mengatur penempatan helikopter angkut berat jenis Chinook milik TNI. Helikopter tersebut diharapkan mampu melakukan pengeboman air secara masif dan menjangkau titik-titik api yang sulit dijangkau lewat darat.

“Nanti didiskusikan ya dengan Panglima TNI, nanti posisi Chinook-Chinook sebaiknya ada di mana,” ujar Prabowo secara langsung kepada Kepala BNPB, Suharyanto, dalam rapat tersebut. Penempatan helikopter strategis di lokasi terdekat diharapkan mempercepat waktu tanggap saat titik api muncul.

BACA JUGA:  Rupiah Anjlok ke Rp 18.201 per Dollar AS, Pemerintah Diminta Perbaiki Sentimen Pasar

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa lahan gambut seluas 734,81 hektare yang tersebar di enam provinsi masih terus dalam proses pemadaman hingga saat ini. Sisa titik api yang belum sepenuhnya padam tersebut menjadi fokus utama tim gabungan yang dikerahkan di lapangan.

Secara keseluruhan, total luas lahan yang terbakar akibat karhutla di enam provinsi mencapai 72.008 hektare. Dari angka tersebut, telah berhasil dipadamkan seluas 71.274,29 hektare. Artinya, sebagian besar titik api telah berhasil dikuasai, namun sisa yang masih membara tetap memerlukan pengawasan ketat.

Enam provinsi yang masih menangani sisa kebakaran hutan dan lahan tersebut meliputi Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, hingga Jambi. Sebaran titik api yang tersisa didominasi oleh kawasan lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Suharyanto menjelaskan bahwa luas area yang terbakar masih bersifat dinamis dan berpotensi berubah setiap saat. Hal ini disebabkan oleh sifat khas lahan gambut yang dapat menyembunyikan bara api di bawah permukaan dan kembali menyala apabila kondisi cuaca mendukung.

Penanganan kebakaran di lahan gambut memang memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan lahan kering biasa. Api dapat menyebar di bawah permukaan tanah, muncul kembali di tempat yang sudah dipadamkan, serta sulit dipastikan batas penyebarannya secara akurat hanya dari pantauan permukaan.

BACA JUGA:  Prabowo Ungkap Temuan Logam Tanah Jarang Senilai Rp128 Triliun di Tambang Ilegal Bangka Belitung

Selain itu, kondisi cuaca yang belum menurunkan hujan lebat serta tiupan angin terkadang turut menyulitkan upaya pemadaman. Asap tebal yang mengepul juga kerap menghambat operasi pemantauan dari udara maupun pengerahan helikopter pengebom air ke lokasi yang dituju.

Meski menghadapi berbagai kendala tersebut, tim gabungan yang terdiri dari unsur BNPB, TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait lainnya terus memantau ketat seluruh area yang terbakar. Pemantauan dilakukan secara berjenjang, baik melalui patroli darat langsung ke lokasi, maupun pemantauan dari udara menggunakan pesawat dan helikopter.

Pemerintah juga terus berupaya memutus jalur penyebaran api agar tidak mendekat ke kawasan pemukiman warga maupun kawasan strategis seperti IKN. Dengan arahan Presiden, diharapkan kekuatan pemadaman dari udara dapat diperkuat sehingga sisa titik api dapat segera dipadamkan sepenuhnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli

Berita Terbaru

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Agung Ardiyanto,SH.,MH. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Aswas Kejati Sumut Tegaskan Kedisiplinan Pegawai Saat Apel Pagi

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:08 WIB