Medan–Mediadelegasi: Untuk menyejahterakan seluruh masyarakat dibutuhkan peran berbagai pihak, termasuk pers. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengajak pers untuk berkolaborasi dalam berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina saat membuka Dialog Kebangsaan Hari Pers Nasional dengan tema ‘Pers Perjuangan, Antara Idealisme dan Komersialisme di Era Milenial’ yang diadakan Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45, di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda, Medan, Selasa (16/2). “Peran edukasi merupakan peran penting, yang bisa diisi oleh pers untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh sebab itu pers adalah kunci pembangunan nasional, khususnya daerah,” ujar Sabrina.
Saat ini, menurut Sabrina, peran pers tidak lagi berkutat pada perjuangan melawan kolonialisme, tetapi sudah berubah menjadi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Penyampaian informasi yang berisi edukasi kepada masyarakat adalah salah satu peran penting yang dapat dilakukan oleh pers saat ini,” kata Sabrina.
Selain edukasi, peran membangkitkan motivasi masyarakat juga bisa dilakukan oleh pers. Terutama dalam hal mendukung perekonomian Sumut. “Saya harap, pers berperan dalam menggelorakan semangat semua masyarakat dalam mendukung perekonomian yang berguna bagi dirinya dan bangsa,” sebut Sabrina.
Sejarawan Unimed Ichwan Azhari menyampaikan, di masa lalu, pers memiliki ideologi melawan kolonialisme. Ia mencontohkan media Benih Merdeka yang terbit di Medan pada tahun 1916. Menurutnya Benih Merdeka sangat berani menamai korannya menggunakan kata Merdeka.
Ichwan juga menyebut Parada Harahap sebagai wartawan yang memiliki ideologi perjuangan. Parada Harahap pernah 12 kali masuk penjara sehingga disebut sebagai raja delik. “Dulu koran dibuat sebagai alat perjuangan untuk menentang kolonialisme,” ujar Ichwan.