Medan-Mediadelegasi: Menjadi fenomena sosial, banyak warga Kota Medan terpaksa memilih tinggal di pinggiran, Deli Serdang. Fenomena sosial ini menjadi sasaran perhatian Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera, meminta warga yang sebagian besar kategori miskin ini agar tetap tertib administrasi.
“Kondisi kemiskinan dan status administrasi kependudukan para warga ini tentunya sangat membutuhkan perhatian banyak pihak, khususnya Dinas Sosial serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” kata Uba Pasaribu, Ketua Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera, kepada Mediadelegasi, Rabu (7/9), di Medan.
Menurutnya, pihaknya telah berupaya mengedukasi warga agar tertib Adminduk cuma masalahnya terbentur di Disdukcapil Kota Medan. “Kami hanya bisa mengurus satu berkas warga rentan dalam sehari kerja,” ungkap Uba Pasaribu.
Pada bagian lain, Uba mengungkapkan, Kabid Resos Dinas Sosial Kota Medan Rozi Pane, Rabu (7/9), mengunjung Asnah bersama tiga orang anaknya yang putus sekolah. “Ibu Asnah merupakan warga Kota Medan yang sudah berdomisili di Deli Serdang. Mereka hengkang dari Kota Medan ke Deliserdang diduga diusir pemilik rumah karena himpitan ekonomi,” kata Uba.
Rozi Pane pun mengungkapkan, pada prinsipnya keluarga Asnah tercatat sebagai warga Kota Medan, namun Rozi mengaku telah berkoordinasi dengan Pihak Kementerian Sosial terkait bantuan yang mungkin dapat disampaikan kepada keluarga Asnah.
Menurut Uba Pasaribu, dia sangat mengapresiasi respon Kadis Sosial Kota Medan dengan melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Sosial.
Dia berharap, semoga dengan responsif itu menjadi pintu masuk agar Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera untuk koordinasi ke depan atas sejumlah persoalan warga miskin penduduk Kota Medan yang berdomisili di Kabupaten Deli Serdang. D|Red






