Medan-Mediadelegasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution mengpresiasi kerja Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merevitalisasi Terminal Tipe A Amplas yang saat ini progres pembangunannya sudah hampir rampung.
“Revitalisasi direncanakan rampung pada November 2022 dan diharapkan sudah bisa mulai dioperasikan pada Desember,” ujar Bobby saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Terminal Amplas di Medan, Sabtu (24/9).
Sebagaimana diinformasikan, revitalisasi Terminal Tipe A Amplas menelan dana APBN sebesar Rp45 miliar lebih melalui tiga tahap pembangunan sejak 2020 hingga 2022, sebagaimana mengacu Permenhub Nomor 132 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Wali Kota, area Terminal Tipe A Amplas yang memiliki total lahan seluas 20.162 meter persegi akan dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain ruang operator, tempat pemberhentian, tempat kumpul, bengkel dan fasilitas lainnya.
“Terminal ini seperti bandara bertaraf internasional. Selain itu, dilengkapi fasilitas pendukung seperti tempat UMKM. Mudah-mudahan terminal ini menjadi tempat yang lebih baik,” tuturnya.
Meski demikian, Bobby mengaku, masih banyak pekerjaan rumah harus diselesaikan, di antaranya memindahkan seluruh operator angkutan perkotaan, dan angkutan antar kota antar provinsi ke dalam terminal tersebut.
Pemindahan seluruh operator perusahaan bus ke dalam Terminal Amplas bertujuan agar terminal itu nantinya bisa digunakan secara maksimal dan efektif oleh masyarakat.
Terminal Tipe A Amplas akan menerapkan konsep mixed use, sehingga terintegrasi dengan pusat kegiatan ekonomi masyarakat seperti mal, hotel, apartemen, serta food court.
Hingga 18 September 2022, progress pembangunannya telah mencapai 92,602 persen dengan fasilitas tersedia, antara lain gedung terminal, mess pegawai, tempat istirahat sopir, lahan parkir, serta tenant untuk mendukung UMKM.
Pada kesempatan itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengapresiasi Pemkot Medan yang telah membantu Kemenhub dalam merealisasikan proyek terminal seperti bandar udara.
Gedung Terminal Amplas, menurut dia, didesain seperti terminal bandara internasional sebagai upaya menjadikan terminal tersebut sebagai pusat lintasan antar moda transportasi yang efektif.
“Kita tahu di luar macet dan penumpang kerap dirugikan, karena harus berlari-lari. Kalau di sini (terminal) bisa dibayangkan, di depan untuk angkutan dalam kota dan di belakang untuk luar kota,” ucap Budi. D|Red-04












