Medan-Mediadelegasi: Pelajar yang tinggal di kawasan Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan kini difasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dengan layanan bus sekolah gratis.
Siaran pers Diskominfo Kota Medan yang dilansir mediadelegasi Medan, Kamis (27/10), menyebutkan, peresmian pengoperasian satu unit bus sekolah tersebut dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution di Lapangan Sicanang, Lingkungan XII Kelurahan Belawan Sicanang, Rabu (26/10).
Pengoperasian bus sekolah gratis tersebut, kata Wali Kota, merupakan realisasi dari janjinya untuk memperlancar akses transportasi anak-anak warga di wilayah itu ke sekolah mereka masing-masing.
“Kami berharap dengan kehadiran bus sekolah ini, para orang tua lebih merasa tenang saat anaknya berangkat dan pulang sekolah,” kata Bobby.
Kebijakan memfasilitasi para pelajar di Sicanang dengan bus sekolah, menurut Wali Kota, untuk menjawab keluhan sejumlah orang tua murid yang mengaku kesulitan mendapatkan angkutan umum yang membawa anak mereka ke sekolah.
Kehadiran bus sekolah tersebut disambut antusias oleh kalangan pelajar dan orang tua di Kelurahan Belawan Sicanang yang selama ini mengeluhkan sulitnya mendapatkan layanan angkutan umum bagi anak-anak mereka saat hendak berangat dan pulang dari sekolah.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis, menjelaskan bus sekolah ini beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB dan dilanjutkan pada siang dan sore hari untuk mengantar dan menjemput anak-anak pulang sekolah.
Sedangkan titik antar jemput anak sekolah ini, yakni Simpang Sicanang Belawan – Lapangan Sicanang di Lingkungan XII, Kelurahan Belawan Sicanang.
“Satu hari bus sekolah beroperasi tiga kali, tapi bukan tiga trip. Sebab bus sekolah beroperasi berkali-kali membawa anak sekolah, dan disesuaikan kebutuhan anak sekolah,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar mengharapkan bantuan bus sekolah Pemkot Medan ini bisa meningkatkan optimalisasi akses pendidikan para siswa di Belawan Sicanang.
“Kita harapkan ke depan bisa dikembangkan kepada program-program di kecamatan lain yang ada sekolahnya, tetapi khusus di wilayah-wilayah yang kesulitan mengakses transportasi ke sekolah,” katanya. D|rel






