Ketum KMDT Bahas Kartu Kuning Unesco di Radio Elshinta

- Penulis

Selasa, 26 September 2023 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum DPP KMDT St Edison Manurung bahas kartu kuning Geopark Toba. Foto:dok-kmdt

Ketum DPP KMDT St Edison Manurung bahas kartu kuning Geopark Toba. Foto:dok-kmdt

Medan-Mediadelegasi: Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) St Edison Manurung MM menyebut raport ‘kartu kuning’ Geopark Toba dari Unesco akibat salah urus.

BACA JUGA: Pemprov Sumut Bahas Persiapan Revalidasi Geopark Toba

Menurutnya, Badan Pengelola (BP) Geopark Kaldera Toba dalam keanggotaan Unesco Global Geopark (UGGp) belum mampu memanajemen sesuai acuan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang disepakati Unesco.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jelas, ini salah urus. Sewaktu tim Unesco turun melakukan revaliditasi, kepengurusan tidak memenuhi aturan yang digariskan Unesco,” sebut Edison Manurung dalam wawancara bersama Radio Elshinta, Selasa (26/9), siang live dari Kalimantan Timur.

BACA JUGA:  Terdata Sebagai PDP Covid-19, Honorer BNNP Sumut Akhirnya Meninggal

BACA JUGA: BPODT dan Pramuwisata Rapatkan Barisan Dukung Geopark Toba

Menurutnya, dalam manejemen ada acuan SOP yang disepakati Unesco, badan pengurus harus mengikuti SOP yang dibuat Unesco.

Terkait kebijakan mengganti BP Geopark Kaldera Toba itu hak perogratif Gubernur Sumut. “Bagaimana pariwisata membuat kesejahteraan perekonomian masyarakat, mengharumkan nama pariwisata di kancah internasional,” ujarnya.

Edison berterus terang, menyatakan berduka atas penerimaan rapor kartu kuning Geopark dari Unesco. “Kami langsung rapat dengan para dewan pakar, ahli lingkungan, geologi dan tata ruang, yang nantinya dalam Rakernas KMDT 30 September 2023  di Jakarta, akan merekomendasikannya kepada Presiden Jokowi,” paparnya.

BACA JUGA: Tak Masuk Revalidasi UGG, Geopark Toba Bakal Dicoret UNESCO?

BACA JUGA:  Unesco Tentukan Nasib Geopark Kaldera Toba September Ini

Dia juga mengaku prihatin dan akan mencari soslusi agar jangan sampai menjadi kartu merah pada revalidasi berikutnya. “Kami telah bertemu Penjabat Gubernur Sumut, akan mengevaluasi, dan memberikan pokok pikiran. Jangan sampai kartu merah, malu kita, karena Danau Toba, merupakan prioritas wisata yang mendunia,” katanya.

KMDT juga, lanjut Edison, mengajak para bupati di tujuh kawasan Danau Toba bekerjasama. “Mengevaluasi BP Geopark Kaldera Toba itu hak perogratif Gubsu,” ujarnya. D|Red-06

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal
Kejati Sumut Geledah Kantor Satker PKP Sumatera II Terkait Dugaan Korupsi Rusun Rp64 Miliar
Rico Waas Apresiasi Kinerja Jajaran, Pemko Medan Borong Dua Penghargaan Nasional
Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan & Mitigasi Kedaruratan di Embarkasi Medan

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:10 WIB

DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:05 WIB

Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut

Rabu, 29 April 2026 - 15:11 WIB

LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terbaru