Kebakaran Rumah di Jakarta Selatan Tewaskan Anggota BPK, Diduga Akibat Sisa Bahan Renovasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh. Foto: Ist.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Sebuah musibah kebakaran rumah terjadi di wilayah Jakarta Selatan pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Peristiwa nahas ini merenggut nyawa seorang anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Haerul Saleh, yang berada di dalam rumah saat kejadian berlangsung.

Kebakaran ini langsung menjadi perhatian publik, mengingat korban merupakan pejabat negara yang berperan penting dalam pengawasan keuangan negara. Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun, api pertama kali terlihat muncul dan berkobar hebat di lantai empat bangunan rumah korban.

“Jadi informasi yang kami terima, titik awal kebakaran adanya di lantai empat,” ungkap Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi kejadian.

Joko Adi menjelaskan lebih lanjut, bahwa pada saat peristiwa kebakaran terjadi, korban Haerul Saleh diketahui sedang berada tepat di lantai empat tersebut. Bagian rumah itu diketahui berfungsi sebagai ruang kerja pribadi milik korban, tempat ia biasa menyelesaikan pekerjaan atau beraktivitas sehari-hari.

“Di lantai empat itu informasi adalah ruang kerja korban. Di situlah beliau berada saat api mulai membesar,” tambah Joko Adi, menegaskan posisi korban saat musibah menimpa.

BACA JUGA:  Di Taput, Sang Ayah Rangkul Anak dan Istrinya di Sumber Api

Sebelumnya, laporan terkait adanya kebakaran di pemukiman warga ini masuk ke Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan tepat pada pukul 07.53 WIB. Laporan cepat dari warga sekitar menjadi langkah awal penanganan darurat.

Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyampaikan bahwa pihaknya segera mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran beserta personel yang cukup untuk memadamkan api dan melakukan evakuasi. Petugas bergerak cepat menuju lokasi demi mencegah api merambat ke bangunan tetangga.

Sesampainya di lokasi, tim pemadam langsung melakukan penyiraman dan pengendalian api. Berkat upaya yang dilakukan dengan sigap, kobaran api akhirnya berhasil dilokalisir dan dipadamkan sepenuhnya dalam waktu yang relatif singkat, sehingga tidak meluas ke rumah-rumah di sekitarnya.

Setelah kondisi dinyatakan aman, tim melakukan pengecekan menyeluruh ke seluruh bagian bangunan. Di lantai empat itulah kemudian ditemukan jenazah Haerul Saleh yang tidak sempat menyelamatkan diri saat api mulai berkobar dan mengepung ruang kerjanya.

BACA JUGA:  Oknum Kepala Sekolah di Tasikmalaya Digerebek Bersama Lima Gadis di Penginapan Pangandaran, Satu Korban Tak Sadarkan Diri

Dugaan sementara mengenai penyebab kebakaran ini pun mulai mengerucut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, peristiwa ini sangat diduga kuat dipicu oleh sisa-sisa bahan kimia berbahaya, yakni tiner, yang merupakan limbah dari kegiatan renovasi rumah yang baru saja dilakukan.

“Informasi dari warga dan pengurus lingkungan, kebakaran ini diduga berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi yang belum dibersihkan atau disimpan dengan aman. Bahan ini sangat mudah terbakar dan bisa memicu api besar dalam waktu singkat,” jelas Asril Rizal.

Kini, kepolisian dan tim penyidik gabungan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti dan kronologi lengkap kejadian. Pihak keluarga pun telah diberitahu dan jenazah korban telah dibawa untuk proses pemulangan dan pemakaman sesuai adat istiadat. Pemerintah dan institusi BPK turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kepergian Haerul Saleh dalam musibah ini. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri
Wapres Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026, Siap Tugas di HUT ke-81 RI
Istana Pastikan Kesiagaan Penuh Penanganan Pascagempa M 7,7 Nagekeo NTT: Pemerintah Diterjunkan ke Lokasi Terdampak
Detik-Detik Mengerikan Gempa M 7,7 Guncang Pelabuhan Maumere: Jembatan Dermaga Roboh, Penumpang Berjatuhan ke Laut
Gubernur NTT Melki Laka Lena Terjun Langsung ke Flores, Data Sementara 5 Tewas Usai Gempa M 7,7
Kasus TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Enam Saksi, Telusuri Aset Dugaan Hasil Kejahatan
Presiden Prabowo Usulkan Amnesti Khusus & Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Pelanggaran BUMN 30 Tahun Terakhir
Presiden Prabowo: Belum Seluruh Janji Tuntas, Namun Sudah Mulai Selesaikan Persoalan Puluhan Tahun
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:39 WIB

BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Wapres Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026, Siap Tugas di HUT ke-81 RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Istana Pastikan Kesiagaan Penuh Penanganan Pascagempa M 7,7 Nagekeo NTT: Pemerintah Diterjunkan ke Lokasi Terdampak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Detik-Detik Mengerikan Gempa M 7,7 Guncang Pelabuhan Maumere: Jembatan Dermaga Roboh, Penumpang Berjatuhan ke Laut

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Gubernur NTT Melki Laka Lena Terjun Langsung ke Flores, Data Sementara 5 Tewas Usai Gempa M 7,7

Berita Terbaru