KMDT Siap Berkontribusi Dalam BP-TCUGGp Jika Diminta

- Penulis

Jumat, 6 Oktober 2023 - 23:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Ketua Komisi X DPR RI Saiful Huda (kelima kanan) foto bersama para pengurus DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) yang diketuai Edison Manurung (keempat kiri), seusai rapat dengar pendapat di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.Senin (2/10).  Foto: dok-KMDT

Ketua Komisi X DPR RI Saiful Huda (kelima kanan) foto bersama para pengurus DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) yang diketuai Edison Manurung (keempat kiri), seusai rapat dengar pendapat di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.Senin (2/10). Foto: dok-KMDT

Medan-Mediadelegasi: Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) menyatakan siap menerjunkan tenaga profesional untuk turut berpartisipasi secara aktif dan berkontribusi di dalam Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP-TCUGGp) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), agar status Geopark Kaldera Toba keluar dari peringatan yellow card atau kartu kuning dan meraih green card.

“Jika diminta oleh Pemerintah Provinsi Sumut, KMDT senantiasa siap menempatkan tenaga-tenaga ahli yang profesional di BP-TCUGGp,” kata Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung saat diwawancarai Mediadelegasi melalui sambungan telepon dari Medan, Jumat (6/10).

Edison mengemukakan hal itu terkait rencana Pemprov Sumut mengevaluasi dan merubah struktur kepengurusan BP-TCUGGp, sebagaimana diutarakan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Arief Sudarto Trinugroho kepada pers di Medan, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, kesiapan KMDT untuk mengoptimalkan kinerja BP-TCUGGp semata-mata dilandasi sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab agar status Kaldera Toba sebagai salah satu geopark atau Taman Bumi dapat dipertahankan dalam keanggotaan UNESCO Global Geoparks.

BACA JUGA:  Warga Amplas Geger, Ada Mayat Kakek Tua di Lahan Kosong

Karena itu, menurut dia, KMDT senantiasa siap berkolaborasi dengan Pemerintah dan berbagai stakeholders yang memiliki andil terhadap pengelolaan Danau Toba untuk merealisasikan sejumlah program untuk mempertahankan status Geopark Kaldera Toba.

Program yang telah disusun oleh tim dewan pakar KMDT tersebut lebih berorientasi kepada misi utama yang selama ini konsisten dilaksanakan KMDT, antara lain konservasi lingkungan, edukasi wisatawan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI di Jakarta pada 2 Oktober 2023, pihak KMDT telah menyampaikan rekomendasi tentang pentingnya segera dilaksanakan langkah-langkah kongret untuk mempertahankan status Geopark Kaldera Toba.

Adapun agenda utama yang dibahas dalam rapat dengar pendapat itu adalah untuk mencari akar masalah sekaligus evaluasi atas pelaksanaan rekomendasi yang telah dilakukan.

Edison berpendapat, inisiatif Komisi X DPR RI menggelar rapat dengar pendapat tersebut bernilai krusial demi Danau Toba tidak terdepak dari daftar Geopark UNESCO.

“KMDT bersama jajaran Komisi X DPR RI ikut merasa prihatin karena status Danau Toba dalam keanggotaan Global Geopark Network saat ini terancam dicabut, sehingga kami terpanggil untuk menyusun rekomendasi yang diharapkan nantinya dapat dijadikan acuan dalam melakukan perbaikan sesuai kriteria yang ditetapkan UNESCO,” ujar Edison.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Serahkan SK kepada Dua Anggota Dewan Pengawas Perumda Tirtanadi

Jika seluruh rekomendasi KMDT yang telah diserahkan kepada Komisi X DPR RI tersebut diterapkan secara konsisten di lapangan oleh instansi pemerintah terkait dan stakeholders, pihaknya optimistis dalam rentang waktu enam bulan Geopark Kaldera Toba memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan UNESCO Global Geoparks.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kemenparekraf, ada empat masalah yang menjadi sorotan UNESCO Global Geopark (UGGp) sehingga mengakibatkan Kaldera Toba memperoleh ‘kartu kuning’.

Masalah tersebut, di antaranya minimnya penguasaan dan pemahaman pengelola terhadap fungsi maupun kriteria UGGp; serta tidak adanya peta geologi geopark Kaldera Toba.

Kemudian, tidak optimalnya visibilitas dengan pengadaan, monumen, dan panel interpretasi agar mempermudah pengunjung untuk menjelajahi kawasan geopark Kaldera Toba, dan kurang optimalnya tema geopark Kaldera Toba dengan aplikasi di lapangan. D|Red

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal
Kejati Sumut Geledah Kantor Satker PKP Sumatera II Terkait Dugaan Korupsi Rusun Rp64 Miliar
Rico Waas Apresiasi Kinerja Jajaran, Pemko Medan Borong Dua Penghargaan Nasional
Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan & Mitigasi Kedaruratan di Embarkasi Medan
Tekan Inflasi, Gubernur Bobby Kirim 1.050 Ton Cabai Merah ke Palangkaraya

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:10 WIB

DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:05 WIB

Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut

Rabu, 29 April 2026 - 15:11 WIB

LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Selasa, 28 April 2026 - 20:58 WIB

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker PKP Sumatera II Terkait Dugaan Korupsi Rusun Rp64 Miliar

Berita Terbaru