Observasi BMKG Geofisika Deliserdang, Gerhana Lewati 432 Kota Indonesia

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2020 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Teknis BMKG Deliserdang (foto kiri), kondisi cuaca di Stasiun Geofisika Deliserdang (foto kanan). D|Ist

Deliserdang-Mediadelegasi: BMKG Geofisika DeliSerdang, Minggu (21/6), melakukan observasi Gerhana Matahari Cincin (GMC).

Kepala Geofisika Deliserdang, Teguh Rahayu dalam siaran pers tertulisnya mengatakan fenomena GMC hari ini melewati 432 pusat kota dan kabupaten di 31 provinsi berupa Gerhana Matahari Sebagian (GMS), dengan magnitudo terentang antara 0.00 di Kepanjen, Jawa Timur sampai dengan 0.522 di Melonguane, Sulawesi Utara.

Adapun di 83 pusat kota lainnya yaitu, dua kota di Bengkulu, tujuh kota di Lampung, sepuluh kota di Jawa Tengah, dan tujuh kota di Jawa Timur, serta semua kota di Jawa Barat (terkecuali Indramayu), Banten, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta tidak akan dilalui gerhana ini, karena nilai magnitudo gerhananya kurang dari 0.

BACA JUGA:  Survei Lanjutan Rencana Pemasangan Digital Accelograph di Asahan dan Pematangsiantar

BACA JUGA: Kemenag RI Imbau Salat Gerhana Matahari

GMC yang teramati dari Sumatera Utara berupa GMS dengan magnitudo gerhana antara 0.092 di Teluk Dalam hingga 0.189 di Stabat.

Secara umum, gerhana di Sumatera Utara dimulai pukul 13.37 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.48 WIB, dan berkahir pada 15.48 WIB. Durasi gerhana yang teramati dari Sumatera Utara rata-rata adalah 1.91 jam dan dengan kondisi cuaca yang baik.

Teguh Rahayu mengungkapkan sejumlah tips mengamati Gerhana Matahari jangan memaksakan melihat matahari yang sangat silau, gunakan peredup cahaya untuk melihat sekilas perkembangan gerhana, lebih baik gunakan filter matahari atau kacamata matahari jika ada. Selalu periksa filter matahari sebelum dipakai, jika tergores, tertusuk, sobek atau rusak segera buang dang anti dengan yang baru.

BACA JUGA:  Mahasiswa Cipayung Plus Sumut Tolak Politik Identitas

Selalu mengawasi anak-anak yang memakai filter matahari. Jika Anda memakai kacamata minus atau plus, letakan kacamata khusus gerhana di atasnya. Jangan melihat gerhana matahari sebagian terhalang dengan kamera, teleskop, teropong, atau perangkat optic lain nya yang tidak berfilter.

“Filter surya harus dipasang pada bagian depan teleskop, teropong, lensa kamera atau peralatan optic lainnya,” kata wanita yang akrab disapa Ayyu ini untuk diketahui masyarakat di setiap peristiwa fenomena alam itu. D|Rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reuni Akbar YAHDI 2026 Siap Digelar
Harmoni Syawal Makoda VI Jaguar Medan Pererat Sinergi
Penganiayaan Anak Saat Lebaran Picu Sorotan Pelayanan Polisi
Sikapi Tragedi Bayi Meninggal, Sekdiskes Sumut Sambangi Podcast Media Delegasi
Dinkes Sumut Temukan Petugas Belum Pahami UHC, RS Citra Medika Tegaskan Layanan Sudah Sesuai SOP
Kasus Bayi Meninggal, RS Citra Medika Tembung Pastikan Setiap Pasien Berobat Dilayani Sesuai SOP
Musda Golkar Sumut XI Dipastikan Kondusif, Kader Diminta Tetap Solid
Operasi Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Di Deli Serdang

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:15 WIB

Reuni Akbar YAHDI 2026 Siap Digelar

Senin, 30 Maret 2026 - 19:45 WIB

Harmoni Syawal Makoda VI Jaguar Medan Pererat Sinergi

Senin, 23 Maret 2026 - 11:04 WIB

Penganiayaan Anak Saat Lebaran Picu Sorotan Pelayanan Polisi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:28 WIB

Sikapi Tragedi Bayi Meninggal, Sekdiskes Sumut Sambangi Podcast Media Delegasi

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:23 WIB

Dinkes Sumut Temukan Petugas Belum Pahami UHC, RS Citra Medika Tegaskan Layanan Sudah Sesuai SOP

Berita Terbaru