Mahasiswa Cipayung Plus Sumut Tolak Politik Identitas

- Penulis

Kamis, 8 Februari 2024 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Cipayung Plus|Foto Istimewa

Mahasiswa Cipayung Plus|Foto Istimewa

Medan- Mediadelegasi: Walau panas terik matahari tidak mengundurkan niat ratusan Mahasiswa yang tergabung pada Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) menggelar deklarasi dukung pemilu damai 2024, didepan Kantor Pos Medan, Jalan Bukit Barisan, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (08/02/2024) siang.

Ratusan mahasiswa tersebut berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (HIMMAH) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Koordinator aksi, Ceperianus Gea yang juga merupakan Komisaris Daerah PMKRI pada orasinya diatas mobil komando dengan menggebu menyatakan kehadiran mereka disamping Lapangan Merdeka Medan tersebut adalah untuk menyuarakan serta mengajak publik untuk bergandeng tangan menjaga keamanan, ketertiban dan kelangsungan Pemilu serta mendukung Pemilu damai tahun 2024.

“Kita berkumpul di sini untuk menyatakan kita berdamai dan tidak terpecah-pecah. Hari ini kita berharap suasana politik di Negeri ini tidak panas dan Pemilu ini kita laksanakan dengan damai. Siapapun Presiden yang terpilih nanti adalah yang terbaik untuk bangsa ini,” ucap Ceperianus disambut ratusan mahasiswa dengan mengatakan dukung Pemilu damai.

BACA JUGA:  Jelang Pemilu, Sampah Masih Menjadi Momok di Kecamatan Batang Kuis

Adapun pernyataan sikap dalam deklrasi dukung Pemilu damai yang dibacakan oleh koordinator aksi adalah :
1. Meminta kepada seluruh peserta pemilu untuk tidak membuat kegaduhan dan kegamangan kepada Masyarakat
2. Meminta aparat penegak hukum untuk tegas menegakkan hukum yang berlaku
3. Meminta kepada penyelenggara pemilu menjunjung kejujuran dan keadilan
4. Meminta seluruh pihak untuk tidak menyebarkan hoax
5. Meminta seluruh pihak untuk saling menjaga keutuhan dan kesatuan Bangsa dan Negara
6. Meminta seluruh pihak mengedepankan kepentingan Negara Indonesia

Ditemui usai deklarasi, Ceperianus didampingi Ketua masing-masing organisasi mahasiswa mengatakan mereka dari mahasiswa Cipayung Plus Sumut turun kejalan untuk menyerukan sikap mendukung terlaksananya Pemilu 2024 tanpa perpecahan.

BACA JUGA:  Logistik Pemilu 2024 Dikawal hingga ke PPS oleh Polres Samosir Melalui Danau dan Perbukitan

“Pada siang hari ini kita dari Cipayung Plus Sumatera Utara kita datang di sini untuk melakukan deklarasi menyatakan dukungan tehadap Pemilu demi terwujudnya pemilu yang damai,” jelas Ceperianus.

Pihaknya berharap dalam proses penyelenggaraan pemilu nanti berlangsung sesuai dengan undang-undang yang berlaku, serta terlaksana secara damai, jujur, dan tidak adanya masalah-masalah usai Pemilu.

“Kami juga pada hari ini menyatakan menolak politik identitas. Untuk itu kami sangat menekankan dan menghimbau kepada seluruh elemen-elemen masyarakat yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pemilu untuk tidak menggunakan politik identitas atau politik Sara karena itu sangat rentan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan di Republik Indonesia yang kita cintai ini,” tegas Ceperianus.

Pantauan dilokasi, deklarasi yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut berlangsung damai, aman dan tertib. Usia deklarasi, masing-masing mahasiswa membubarkan diri dengan tidak mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas.D|Red

2 tanggapan untuk “Mahasiswa Cipayung Plus Sumut Tolak Politik Identitas”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:53 WIB

Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD

Berita Terbaru