Dialog Bersama Aulia Rahman-BEM se-Kota Medan, Sebut Kota Medan ‘Terjorok’

Senin, 6 Juli 2020 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berfoto bersama usai dialog bersama Aulia Rahman bersama BEM se-Kota Medan, di Jalan Wahid Hasyim Medan. Foto:D|Ist

Berfoto bersama usai dialog bersama Aulia Rahman bersama BEM se-Kota Medan, di Jalan Wahid Hasyim Medan. Foto:D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Ketua Komisi II DPRD Medan H Aulia Rahman SE berdiskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Medan, Minggu (5/7) malam di cafe Boyan Jalan Wahid Hasyim Medan.

Diskusi terkait dengan bidang tugas pada Komisi II yang meliputi, Pendidikan, Kesehatan, Tenaga kerja, lingkungan dan sosial. Dalam diskusi tersebut, banyak persoalan yang di bahas, terkait kebijakan Pemerintah Kota hingga persoalan yang ada di Kampus masing-masing.

“Persoalan Kota Medan saat ini sangat kompleks, kami dari BEM se-Kota Medan melihat, dalam tiga tahun terakhir, pembangunan kota ini tidak memiliki visi yang jelas, arah dan kebijakan pembangunan tidak terencana dengan baik, termasuk soal pengelolaan lingkungan,  bahkan  Medan dapat predikat sebagai Kota terjorok, ini  langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup,”  sebut Dachi Presma UISU ini.

Kemudian, lanjut mahasiswa semester V ini, hal lain yang paling urgen, terkait soal data kependudukan yang masih carut marut.

BACA JUGA:  Satu Ditembak, Seorang Lainnya DPO

Aulia Rahman dari Komisi II DPRD Medan mengritisi,  tumpang tindihnya soal pendataan kependudukan yang terjadi hingga saat ini. Pemko Medan tidak memiliki data yang jelas soal data kependudukan.

“Masing-masing pihak memberikan data kependudukan yang bersifat parsial, sehingga memunculkan kerancuan pendataan, akhirnya berimplikasi pada pendistribusian bantuan yang sifatnya darurat,” sebut Aulia.

Karena ketidakakuratan data tersebut, menyebabkan ada masyarakat yang miskin seharusnya mendapatkan bantuan, akhirnya tidak mendapatkan bantuan. Buntut dari kerancuan pendataan tersebut, menimbulkan beragam protes dari masyarakat, imbas dari kemarahan masyarakat tersebut, banyak Kepala Lingkungan yang menjadi sasaran.

“Kasihan para Kepling yang sudah bekerja dengan baik, akhirnya menjadi sasaran kemarahan masyarakat,” tambah wakil rakyat yang cukup vokal ini.

Jadi masih banyak PR yang harus di rubah, mulai dari pola pendataan kependudukan yang harus di ubah dengan memperbaiki update data secara berkala dan itu berbasis di lingkungan, jika di tingkat lingkungan selesai maka secara simultan data tersebut akan cocok hingga tingkat Nasional.

BACA JUGA:  Silaturahmi Aulia Rahman-Para Mubalig Sejukkan Kota Medan

“Polarisasi pendataan ini harus integratif, tidak lagi Dukcapil berjalan sendiri, BPS bekerja sendiri, ke depan tidak bisa lagi seperti ini, harus integratif agar tidak menimbulkan masalah, persoalannya mau apa tidak, ada niat mau merubah atau tidak,” ujar Tokoh muda Medan Utara ini.

“Sinergitas antara BEM dan DPRD Medan harus dibangun saling melengkapi, take and give, saling memberi peringatan, agar ke depan ada perbaikan,” tambahnya.

Diskusi terbatas ini, dihadiri oleh beberapa Pimpinan BEM se-Kota Medan, diantaranya BEM UISU, BEM USU, BEM Panca Budi, BEM Potensi Utama, BEM Univa dan BEM ITM.

Selanjutnya para pengurus BEM ini akan menjadwalkan kegiatan Mimbar Akademik dengan mengundang beberapa tokoh yang di gadang-gadang akan maju pada kontestasi politik Kota Medan mendatang. D|Med-67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Dinyatakan Mampu Padahal Hidup Pas-pasan, Ibu Nelayan Banding Desil Demi Anak Dapat KIP Kuliah
ISMI Sumut: Sangat Pantas, Ada Jl Ahmad Baqi di Medan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 16:12 WIB

Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031

Sabtu, 5 September 2026 - 14:27 WIB

Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi

Berita Terbaru