Gugat Pasal 36 UU KPK ke MK, Alex Marwata Singgung Momen Firli Bertemu SYL

Kamis, 7 November 2024 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Media Delegasi Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengajukan gugatan uji materi terhadap Pasal 36 ayat (a) UU KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK). Alex menilai aturan tersebut bersifat diskriminatif terhadap pimpinan KPK.

Pasal 36 ayat (a) Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi, yang digugat Alex ke Mahkamah Konstitusi, mengatur larangan bagi pimpinan KPK untuk berhubungan dengan pihak yang sedang berperkara. Menurut Alex, ketentuan ini tidak memberikan kepastian hukum yang jelas.

Alex merujuk pada pertemuannya dengan mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, di ruang rapat pimpinan KPK pada 9 Maret 2023. Pertemuan tersebut kini sedang diselidiki oleh Polda Metro Jaya sesuai dengan Pasal 36 ayat (a) UU KPK.

“Akibat ketidakpastian hukum dari norma Pasal 36 huruf (a) itu, tindakan yang dilakukan dengan niat baik dan bahkan telah memenuhi kewajiban hukum pemohon sebagai penegak hukum dianggap melanggar ketentuan Pasal 36 huruf (a) UU KPK,” tulis Alex dalam gugatannya di MK pada Kamis (7/11/2024).

Menurutnya, ada diskriminasi nyata antara pimpinan dan pegawai KPK dengan pejabat institusi hukum lainnya, seperti kejaksaan dan kepolisian. Alex menyebut bahwa mereka seharusnya bebas dari tuduhan negatif ketika berinteraksi dengan masyarakat, whistleblower, informan, atau pihak lain yang relevan dalam tugas mereka.

**Mengangkat Kasus Pertemuan Firli dengan Syahrul Yasin Limpo**

Dalam gugatannya, Alex juga menyinggung pertemuan mantan Ketua KPK, Firli Bahuri, dengan mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Pertemuan yang terjadi di pinggir lapangan bulutangkis di Gelanggang Olahraga Mangga Besar, Jakarta Barat, pada 2 Maret 2022 ini menjadi kontroversi. Dalam pertemuan itu, Firli disebut meminta Syahrul untuk kembali.

Namun, tindakan Firli tetap dianggap melanggar Pasal 36 ayat (a) UU KPK. Kasus ini mengarah pada penyelidikan lebih lanjut hingga KPK menetapkan SYL sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi, pemerasan, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Akibatnya, Firli Bahuri didakwa melanggar Pasal 36 huruf (a) UU KPK.

Alex juga menyinggung komunikasi antara mantan pejabat Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, dengan Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Menurut Alex, komunikasi ini terjalin sebelum Kasdi menjadi terdakwa di KPK, namun tetap diselidiki oleh Dewan Pengawas KPK.

**Isi Gugatan Alex Marwata**

Gugatan uji materi Pasal 36 ayat (a) UU KPK dilayangkan Alex ke Mahkamah Konstitusi pada Senin (4/11). Dalam permohonannya, Alex meminta MK untuk menyatakan bahwa aturan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

BACA JUGA:  Budi Arie Menyebut Mimpi Besar Prabowo di Balik Pemisahan Kemenkop UKM

“Norma dalam Pasal 36 huruf (a) UU KPK hanya berlaku untuk mereka yang bekerja di KPK. Sementara itu, tidak ada larangan bagi personel di lembaga penegak hukum lain yang memiliki tugas dan wewenang serupa dengan KPK untuk menjalankan tindakan terkait jabatannya,” ujar Alex dalam gugatannya.

Alex berharap MK mengabulkan permohonan ini, termasuk:

1. Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya.
2. Menyatakan Pasal 36 huruf (a) UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.
3. Memerintahkan agar putusan ini dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Saat ini, Alex Marwata juga terseret dalam kasus di Polda Metro Jaya terkait pertemuannya dengan Eko Darmanto di ruang rapat pimpinan KPK pada 9 Maret 2023. Pertemuan itu terjadi ketika reputasi Eko mulai menjadi sorotan publik akibat gaya hidupnya yang dianggap hedonis. Kini, Eko telah dijadikan tersangka oleh KPK atas dugaan suap dan gratifikasi

Jakarta – Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengajukan gugatan uji materi terhadap Pasal 36 ayat (a) UU KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK). Alex menilai aturan tersebut bersifat diskriminatif terhadap pimpinan KPK.

Pasal 36 ayat (a) Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi, yang digugat Alex ke Mahkamah Konstitusi, mengatur larangan bagi pimpinan KPK untuk berhubungan dengan pihak yang sedang berperkara. Menurut Alex, ketentuan ini tidak memberikan kepastian hukum yang jelas.

Alex merujuk pada pertemuannya dengan mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, di ruang rapat pimpinan KPK pada 9 Maret 2023. Pertemuan tersebut kini sedang diselidiki oleh Polda Metro Jaya sesuai dengan Pasal 36 ayat (a) UU KPK.

“Akibat ketidakpastian hukum dari norma Pasal 36 huruf (a) itu, tindakan yang dilakukan dengan niat baik dan bahkan telah memenuhi kewajiban hukum pemohon sebagai penegak hukum dianggap melanggar ketentuan Pasal 36 huruf (a) UU KPK,” tulis Alex dalam gugatannya di MK pada Kamis (7/11/2024).

Menurutnya, ada diskriminasi nyata antara pimpinan dan pegawai KPK dengan pejabat institusi hukum lainnya, seperti kejaksaan dan kepolisian. Alex menyebut bahwa mereka seharusnya bebas dari tuduhan negatif ketika berinteraksi dengan masyarakat, whistleblower, informan, atau pihak lain yang relevan dalam tugas mereka.

BACA JUGA:  Budiman Sujatomiko Berjanji akan Menyelamatkan Kelas Menengah dari Kemiskinan yang Segera Terjadi

**Mengangkat Kasus Pertemuan Firli dengan Syahrul Yasin Limpo**

Dalam gugatannya, Alex juga menyinggung pertemuan mantan Ketua KPK, Firli Bahuri, dengan mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Pertemuan yang terjadi di pinggir lapangan bulutangkis di Gelanggang Olahraga Mangga Besar, Jakarta Barat, pada 2 Maret 2022 ini menjadi kontroversi. Dalam pertemuan itu, Firli disebut meminta Syahrul untuk kembali.

Namun, tindakan Firli tetap dianggap melanggar Pasal 36 ayat (a) UU KPK. Kasus ini mengarah pada penyelidikan lebih lanjut hingga KPK menetapkan SYL sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi, pemerasan, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Akibatnya, Firli Bahuri didakwa melanggar Pasal 36 huruf (a) UU KPK.

Alex juga menyinggung komunikasi antara mantan pejabat Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, dengan Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Menurut Alex, komunikasi ini terjalin sebelum Kasdi menjadi terdakwa di KPK, namun tetap diselidiki oleh Dewan Pengawas KPK.

**Isi Gugatan Alex Marwata**

Gugatan uji materi Pasal 36 ayat (a) UU KPK dilayangkan Alex ke Mahkamah Konstitusi pada Senin (4/11). Dalam permohonannya, Alex meminta MK untuk menyatakan bahwa aturan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

“Norma dalam Pasal 36 huruf (a) UU KPK hanya berlaku untuk mereka yang bekerja di KPK. Sementara itu, tidak ada larangan bagi personel di lembaga penegak hukum lain yang memiliki tugas dan wewenang serupa dengan KPK untuk menjalankan tindakan terkait jabatannya,” ujar Alex dalam gugatannya.

Alex berharap MK mengabulkan permohonan ini, termasuk:

1. Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya.
2. Menyatakan Pasal 36 huruf (a) UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.
3. Memerintahkan agar putusan ini dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Saat ini, Alex Marwata juga terseret dalam kasus di Polda Metro Jaya terkait pertemuannya dengan Eko Darmanto di ruang rapat pimpinan KPK pada 9 Maret 2023. Pertemuan itu terjadi ketika reputasi Eko mulai menjadi sorotan publik akibat gaya hidupnya yang dianggap hedonis. Kini, Eko telah dijadikan tersangka oleh KPK atas dugaan suap dan gratifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Ist.

Nasional

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:44 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Nasional

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:26 WIB