Isu Anak Angkat Bikin Dolly Dien Simbolon Calon Kuat

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2020 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolly Dien Simbolon. Foto:D|Ist

Dolly Dien Simbolon. Foto:D|Ist

Catatan | Hery Noto Wodarmo | Mediadelegasi

JELANG salat zuhur tampak seorang lelaki berjalan cepat menaiki anak tangga Masjid Alhuda. Lelaki bertubuh tinggi tegap itu langsung masuk ke dalam masjid dan melaksanakan salat sunnat usai berwudhu.

Dia adalah Dolly Dien Simbolon yang merupakan calon Ketua FKPPI Asahan. Saat ini dirinya digadang-gadangkan akan menjadi nakhoda organisasi anak-anak purnawirawan TNI dan Polri. 

Meskipun terlahir sebagai anak perwira yang identik dengan gaya hidup hedonis. Namun, tidak untuk dirinya. Meskipun orangtuanya punya banyak uang saat menjadi pejabat di zamannya, dirinya tak memperlihatkan kesombongan.

Padahal, saat itu di era tahun 90 an di Kisaran orangtuanya menjadi pimpinan Kasospol. Saat itu nyaris tak ada yang tak mengenal Kolonel Aminuddin Simbolon. Almarhum orangtuanya juga tercatat pernah menjadi Ketua DPRD Asahan.

Biasanya anak pejabat tampil glamor, bak sosialita. Namun, rupanya tak semua anak pejabat selalu bergelimang kemewahan.

Seorang lelaki sederhana dan mandiri, jauh dari dugaan hedonis anak pejabat.  Itulah sedikit gambaran seorang Dolly Simbolon. Suami dari Ayu itu sejak usia dini sudah senang bergaul di jalanan.

Sifatnya yang senang memberi  dan membantu kawan yang memerlukan pertolongan tak berubah hingga kini. Dipastikan saat itu, Mak Doly sebutan akrabnya selalu menjadi harapan kawan-kawannya.

BACA JUGA:  Plh Bupati Asahan Terima Audiensi Korwil SMSI Astabar

Meskipun begitu, dirinya tak pernah memberitahu kalau dirinya anak seorang perwira dan pejabat tinggi. Senang bergaul dari satu tongkrongan ke tongkrongan lainnya memang sudah jiwanya. Pasalnya, dia juga menjadi donatur kawan-kawan mainnya saat itu.

Senyum ramahnya selalu mengembang setiap jumpa orang, siapapun itu. Tak ada kesan anak pejabat sedikitpun dalam sikapnya. Profesi jurnalis yang digelutinya saat ini seakan membuka matanya.

Matanya mulai terbuka setelah melihat peluang yang ada. Yah, peluang untuk menjadi nakhoda di organisasi kepemudaan di Asahan yang saat ini terkesan jaya. Didukung dengan darah perwira yang mengalir, dirinya pun tertarik.

Awalnya, dia tak pernah berpikir untuk menjadi Ketua di organisasi anak kolong itu. Darah TNI yang mengalir di tubuhnya seakan menggelora untuk berkecimpung di dalamnya. Meskipun begitu, dirinya hanya ingin sebatas ketua rayon, kecil kali lah itu Mak Dol.

Namun, adrenalinnya bergejolak setelah sempat beredar isu, ‘anak angkat’.  Secara pribadi darahnya tertantang ketika mendengar isu  tentang seorang anak angkat. Entah siapa yang melontarkan  isu kalau dirinya bukan anak Kolonel Aminuddin Simbolon. Tapi hanya anak angkat dan bukan anak seorang TNI.

Tanpa sadar isu ‘anak angkat’ yang berhembus bagai angin mengguncang.  Itu juga yang menjadi pemantik api kebangkitan. Para seniorita dan sesepuh dari organisasi tertua itu merasa terpanggil untuk angkat bicara.  Mereka merasa ada yang janggal dengan isu itu dan perlu diselesaikan.

BACA JUGA:  Selama Covid-19, 384 Warga Asahan Terkonfirmasi

Bersama bergulirnya waktu mulai dilakukan rapat kecil beberapa pengurus. Bahkan, beberapa seniorita terkesan berang dengan isu anak angkat itu. Mereka menilai itu merupakan cara-cara kotor untuk membunuh karakter seseorang.

Akhirnya, tak lama berselang  beberapa pengurus dan para seniorita berkeinginan ada perubahan. Meskipun saat ini, FKPPI jaya dan berkibar di Asahan, tapi mereka ingin lebih berkibar lagi.

Apalagi sebentar lagi akan dilakukan pegantian nakhoda di organisasi tersebut. Beberapa pengurus dan seniorita menjatuhkan pilihan kepada Dolly Simbolon.  Mereka menilai dirinya layak memimpin. Dan, mungkin akan mengkibarkan panji organisasi lebih mentereng dari para pendahulunya.

Sangat sederhana, iya. Sopan dan ramah dengan sesama  yes. Saking ramahnya, siapapun yang  berpapasan dengannya, dilempar senyuman. Kalau soal keberanian mungkin tak perlu diragukan.

Tegas dalam bertindak dan bijak dalam bernegosiasi. Dirinya menjadi seorang Jenderal ketika segala sesuatu memerlukan ketegasan. Dan  bertindak sebagai Diplomat jika segala sesuatu memerlukan negosiasi. Selamat Mak Dol..!  Semoga sukses selalu. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KDRT Berujung Maut, Suami Aniaya Istri Hingga Tewas
Perlintasan Kereta Api Sebidang Asahan Memakan Korban
Jeritan Hati Ibu, Bobby Nasution Kawal Rudi Lawan Tumor
Tumor Gerogoti Rudi, Ibu Mohon Pertolongan Bobby Nasution
Polres Asahan Ungkap Kasus KDRT di Kisaran Timur, Suami Tega Seret, Tendang, dan Pukuli Istri Hingga Babak Belur
Dekranasda Sumut Dukung Pengrajin Lokal dengan Borong Songket Khas Asahan
Bupati Asahan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Asahan
KSAD Maruli Tutup TMMD ke-124 di Asahan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:16 WIB

KDRT Berujung Maut, Suami Aniaya Istri Hingga Tewas

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:48 WIB

Perlintasan Kereta Api Sebidang Asahan Memakan Korban

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:30 WIB

Jeritan Hati Ibu, Bobby Nasution Kawal Rudi Lawan Tumor

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:55 WIB

Tumor Gerogoti Rudi, Ibu Mohon Pertolongan Bobby Nasution

Kamis, 9 Oktober 2025 - 19:30 WIB

Polres Asahan Ungkap Kasus KDRT di Kisaran Timur, Suami Tega Seret, Tendang, dan Pukuli Istri Hingga Babak Belur

Berita Terbaru

Divonis 4 Bulan Penjara, Wakil Gubernur Hellyana Ajukan Banding. (Foto:Ist)

Uncategorized

Divonis 4 Bulan Penjara, Wakil Gubernur Hellyana Ajukan Banding

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:20 WIB