Medan-Mediadelegasi: Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan sebidang Jalan Kisaran–Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Selasa (13/1/2026) sore sekitar pukul 17.35 WIB. Kali ini, sebuah kereta api penumpang jurusan Medan–Tanjung Balai bertabrakan dengan sebuah truk Colt Diesel bermuatan pisang.
Kronologi Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Sebidang Asahan
Berdasarkan keterangan warga yang berada di lokasi kejadian, insiden bermula ketika truk Colt Diesel mencoba melintasi rel kereta api. Sopir truk diduga sempat ragu-ragu ketika melihat kereta api melintas dengan kecepatan tinggi dari arah Medan.Namun, karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terelakkan. Benturan keras mengakibatkan truk terpental cukup jauh dari rel dan mengalami kerusakan parah pada bagian depan. Pisang-pisang yang diangkut truk tersebut pun berhamburan di sekitar lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, kereta api sempat berhenti beberapa saat setelah kejadian untuk melakukan proses pengamanan dan pemeriksaan awal. Akibat peristiwa tersebut, perjalanan kereta api menjadi terhambat dan menyebabkan keterlambatan bagi para penumpang.
Sopir dan kernet truk mengalami luka-luka akibat benturan keras dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kisaran untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi keduanya belum diketahui secara pasti, namun diduga mengalami luka yang cukup serius.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/djp-digeledah-kpk-menkeu-proses-hukum-harus-dihormati/
Warga sekitar menyebutkan bahwa perlintasan sebidang di lokasi tersebut memang kerap menjadi titik rawan kecelakaan. Minimnya pengamanan serta tidak adanya petugas jaga dinilai menjadi salah satu faktor penyebab sering terjadinya insiden serupa.
“Kami berharap ada petugas yang selalu siaga atau pengamanan tambahan di perlintasan ini. Sudah sering terjadi kecelakaan dan banyak korban,” ujar salah seorang warga dengan nada prihatin.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu dan penjaga. Masyarakat sekitar pun semakin resah dan khawatir akan keselamatan mereka saat melintas di perlintasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pemerintah daerah dan PT KAI diharapkan dapat segera mengambil tindakan nyata untuk meningkatkan keamanan di perlintasan sebidang tersebut, seperti memasang palang pintu, menempatkan petugas jaga, atau membangun underpass atau flyover agar tidak ada lagi korban jiwa akibat kecelakaan di perlintasan kereta api. D|Red-Hendra.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.












