Bobby Nasution Kesal: Langkat Lagi-Lagi Terjerat Korupsi, Rakyat yang Jadi Korban Utama

Senin, 6 Juli 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Foto: Ist.

Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution akhirnya angkat bicara soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Langkat Syah Afandin akhir pekan lalu. Ia menyatakan sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi kembali, mengingat daerah itu sudah berulang kali tercoreng kasus korupsi.

“Sangat disayangkan kejadian ini kembali menimpa Kabupaten Langkat. Penangkapan Bupati oleh KPK tentu menjadi kabar buruk yang harus kita akui, dan ini bukan kali pertama kasus serupa mencuat di sana,” tegas Bobby kepada wartawan di Medan, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, keterulangan masalah ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan integritas di lingkungan birokrasi setempat. Seolah tidak ada pelajaran berharga yang diambil dari kasus-kasus sebelumnya yang juga merugikan keuangan daerah secara besar-besaran.

Bobby lantas menegaskan bahwa pihak yang paling menderita dan menjadi korban utama dari praktik korupsi semacam ini bukanlah pejabat, melainkan rakyat biasa yang mengharapkan pelayanan dan kesejahteraan.

BACA JUGA:  SIMANTAP SUMUT Permudah Administrasi Persuratan Digital Pemprov Sumut

“Yang paling dikorbankan itu adalah masyarakat. Mereka yang menunggu jalan bagus, sekolah layak, dan fasilitas kesehatan memadai justru kecewa karena uangnya dipakai untuk kepentingan pribadi segelintir orang,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia menjelaskan bahwa setiap rupiah yang masuk ke kas daerah sejatinya diperuntukkan bagi kemajuan Langkat. Dana tersebut bersumber dari pajak dan pendapatan daerah yang seharusnya dikembalikan dalam bentuk pembangunan nyata.

“Uang yang diduga dikorupsi itu hak rakyat. Itu untuk membangun jalan, memperbaiki sekolah, hingga menjamin kebutuhan hidup warga. Kalau diselewengkan, berarti masa depan daerah ini yang dirusak,” tambahnya.

Kasus ini makin memprihatinkan karena Syah Afandin atau akrab disapa Ondim baru saja dilantik dan memimpin Langkat untuk periode 2025–2030. Harapan warga terhadap pemimpin baru seolah pupus bahkan sebelum program kerjanya berjalan maksimal.

Bobby menilai, penangkapan ini menjadi bukti nyata bahwa siapa pun yang berani memainkan uang rakyat tidak akan luput dari jangkauan hukum, meski baru duduk di kursi kekuasaan.

BACA JUGA:  Gubernur Bobby Nasution Puji RE Nainggolan di HUT ke-75, Sosok Teladan dan Panutan Sumut

“Tak ada tempat aman bagi pelaku korupsi. KPK bertindak tegas, dan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh kepala daerah serta jajarannya agar tidak tergoda menyentuh anggaran yang bukan haknya,” tandasnya.

Ia pun berharap kasus ini segera diusut tuntas tanpa pandang bulu. Semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab, agar kerugian negara bisa dikembalikan dan kepercayaan publik sedikit demi sedikit pulih.

Bobby juga mengimbau masyarakat Langkat tetap tenang dan mengawasi jalannya proses hukum. Ia berjanji Pemprov Sumut akan memantau kondisi daerah agar pelayanan publik tetap berjalan lancar meski kepemimpinan sedang terguncang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maruli Siahaan: Dugaan Pelecehan Seksual di Lingkungan USU Harus Ditangani Tegas, Korban Wajib Dilindungi dan Tidak Boleh Takut Melapor
Hampir Dua Bulan Mandek, Garda Kamtibmas Pertanyakan Progres Kasus Scammer Tanjungbalai: “Ada Apa?”
PRSU ke-50 Sukses Gabungkan Edukasi, Hiburan, dan Dukungan UMKM Sumut
Bobby Nasution Lantik 8 Pejabat Eselon II Sumut: Dorong Ekonomi dan Transformasi Layanan Publik
Wagub Surya Buka Jambore Daerah Pramuka Sumut 2026 di Sibolangit, Wadah Bentuk Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing
Ratusan Ojol Demo di DPRD Sumut, Desak Potongan Komisi Maksimal 8 Persen untuk Semua Layanan
Berantas Pungli di Sidebuk-Debuk, Pemprov Sumut Kerahkan 45 Personel Jaga 24 Jam
8 Fakta Pengeroyokan di Taman Bunga Siantar: Keluarga Nilai Penanganan Lambat dan Minta CCTV Dibuka
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:03 WIB

Maruli Siahaan: Dugaan Pelecehan Seksual di Lingkungan USU Harus Ditangani Tegas, Korban Wajib Dilindungi dan Tidak Boleh Takut Melapor

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:38 WIB

Hampir Dua Bulan Mandek, Garda Kamtibmas Pertanyakan Progres Kasus Scammer Tanjungbalai: “Ada Apa?”

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:16 WIB

PRSU ke-50 Sukses Gabungkan Edukasi, Hiburan, dan Dukungan UMKM Sumut

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:41 WIB

Bobby Nasution Lantik 8 Pejabat Eselon II Sumut: Dorong Ekonomi dan Transformasi Layanan Publik

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:44 WIB

Wagub Surya Buka Jambore Daerah Pramuka Sumut 2026 di Sibolangit, Wadah Bentuk Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Berita Terbaru