Remaja Labura Diselamatkan Polisi Usai Diculik Komplotan Bersenjata, Diduga Terkait Utang Narkoba

- Penulis

Jumat, 22 November 2024 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Polisi berhasil menyelamatkan seorang remaja perempuan berinisial AOS (18) yang menjadi korban penculikan oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara. Dugaan awal mengarah pada motif utang bisnis narkoba yang melibatkan kakak korban.

AOS ditemukan di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) setelah beberapa hari disekap oleh para pelaku. Sebelumnya, komplotan tersebut sempat meminta uang tebusan sebesar Rp 400 juta, yang diduga merupakan hasil transaksi narkoba yang belum diselesaikan oleh kakak korban.

“Dari keterangan pelaku, abang korban memiliki utang kepada mereka yang berkaitan dengan bisnis narkoba,” ungkap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Teuku Rivanda Ikhsan, Jumat (22/11/2024).

 

BACA JUGA:  Kapoldasu Tegas Berhentikan Anggota Polri Terlibat Narkoba

Saat ini, polisi telah menangkap tiga pelaku, sementara tiga pelaku lainnya, termasuk aktor utama, masih dalam pengejaran. “Kami berhasil mengamankan tiga orang, dan ada tiga lainnya yang masih buron. Pelaku utama diduga termasuk di antara yang masih kami kejar,” tambah Rivanda.

Peristiwa penculikan terjadi pada Minggu (17/11) di Jalan Pandawa, Lingkungan IV Wonosari, Kecamatan Kualuh Hulu. Kelompok bersenjata masuk ke rumah korban dan langsung membawa AOS secara paksa.

Keluarga korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kualuh Hulu, yang kemudian berkoordinasi dengan tim Polres Labuhanbatu untuk melacak keberadaan korban. AOS akhirnya ditemukan di Sumatera Barat pada Rabu (20/11) dalam kondisi selamat.

BACA JUGA:  Polda Sumut Periksa Bupati Langkat Non Aktif

 

Saat ini, AOS telah kembali ke keluarganya, dan kondisi fisik serta mentalnya perlahan membaik. “Korban sudah bersama keluarganya, dan keadaannya semakin membaik,” ujar Rivanda.

Lebih lanjut, polisi menduga kasus ini berkaitan erat dengan sindikat narkoba, mengingat adanya dugaan keterlibatan keluarga korban dalam jaringan tersebut. Permasalahan internal antara keluarga korban dan para pelaku disebut menjadi pemicu penculikan ini.

“Diduga, keluarga korban terlibat dalam jaringan narkoba. Masalah yang tidak terselesaikan akhirnya memicu aksi penculikan ini,” jelas Rivanda.

Polisi terus mengusut tuntas kasus ini, termasuk memburu pelaku yang masih buron, untuk mengungkap lebih jauh keterlibatan jaringan narkoba dalam aksi penculikan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Publik Pertanyakan Waktu Pelaksanaan FGD LLDIKTI Wilayah I
​Rupiah Melemah Tembus Rp18.037,00 per Dolar AS
Viral Komunitas Lari Masuk Stadion Teladan, Bobby Nasution:Ampun Sekali Lihatnya
Dittipidnarkoba Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Diskotek New Zone Medan
Pemprov Sumut Gelar Geo Festival di Danau Toba dengan Anggaran Rp 2 M
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:50 WIB

Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:27 WIB

Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:41 WIB

Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:07 WIB

Publik Pertanyakan Waktu Pelaksanaan FGD LLDIKTI Wilayah I

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:22 WIB

​Rupiah Melemah Tembus Rp18.037,00 per Dolar AS

Berita Terbaru