Wamendagri Beri Respons Soal Blangko e-KTP Sering Habis di Medan

- Penulis

Rabu, 11 Desember 2024 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya (kedua kanan) berdialog dengan warga yang ingin mengurus dokumen administrasi kependudukan disela-sela meninjau kantor Disdukcapil Kota Medan, Rabu (11/12).  Foto: ist

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya (kedua kanan) berdialog dengan warga yang ingin mengurus dokumen administrasi kependudukan disela-sela meninjau kantor Disdukcapil Kota Medan, Rabu (11/12). Foto: ist

Medan-Mediadelegasi: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memberikan respons soal stok blangko kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP sering habis di Medan.

Tanggapan tersebut disampaikan Bima Arya saat menjawab pertanyaan wartawan di sela melakukan peninjauan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, Rabu (11/12).

“Iya tadi saya cek memang suka habis, kita akan evaluasi, ini emang keluhan yang agak banyak juga, soal blanko ini pasti kita evaluasi untuk sistem perencanaan dan penganggaran,” kata Wamendagri.

Bima Arya menyebut alokasi anggaran tidak tertutup kemungkinan menjadi salah satu faktor yang akan ditinjau.

Ia juga menyatakan perlunya mempelajari regulasi yang memungkinkan adanya solusi lain.

“Ya mungkin alokasi anggarannya yang perlu ditambah, kemudian kita pelajari dulu regulasi nya seperti apa, apakah memungkinkan dengan model lain sehingga daerah tidak menunggu, saya masih tampung dulu data-datanya, persoalannya tapi di lapangan masih ditemukan blanko yang kurang,” katanya.

BACA JUGA:  Kantor Dinas PUPR Sumut Digeledah KPK

Lebih lanjut Bima Arya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan keluhan jika mengalami kesulitan dalam proses pengurusan administrasi.

Menurutnya, pemerintah menyediakan berbagai jalur pengaduan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Handayani Ningrum mengatakan pihaknya telah memastikan ketersediaan blangko kartu tanda penduduk elektronik untuk mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

Hal itu disampaikan Ningrum sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan identitas yang sah dan KTP elektronik merupakan hak penduduk dan kewajiban pemerintah untuk memenuhinya, terutama dalam waktu dekat ini untuk memastikan partisipasi maksimal pada Pilkada Serentak 2024.

“Tidak ada alasan Dinas Dukcapil di daerah untuk tidak mencetak KTP elektronik bagi penduduk yang sudah merekam dan dinyatakan print ready record. Tidak ada alasan untuk berlama-lama atau mengundur waktu pencetakan dengan alasan tidak ada blangko,” kata Ningrum dalam keterangannya di Jakarta, pada 5 November 2024 lalu.

BACA JUGA:  Jukir Sembunyikan Sabu di Masker

Pada tahun 2024 ini pengadaan blangko KTP elektronik telah mencapai 25,9 juta keping.

“Berulang ditekankan bahwa tidak ada lagi ada alasan apa pun bagi Dukcapil untuk tidak memberikan atau mencetakkan KTP elektronik penduduk yang diperlukan untuk menggunakan hak suara mereka,” ujarnya.

Dalam upaya memastikan akurasi dan keandalan data kependudukan, Dukcapil juga terus mengembangkan teknologi pemrosesan data, termasuk sistem Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan penerapan pengenalan wajah.

Ningrum menjelaskan penerapan teknologi ini tidak hanya mempermudah proses verifikasi identitas, tetapi juga mempercepat akses masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan. D|Red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:53 WIB

Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD

Berita Terbaru