Survei LPEM UI: Arah Kebijakan Ekonomi Prabowo-Gibran Tak Efektif

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:  Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Medan-Mediadelegasi:  Hasil survei  Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan  mayoritas responden tidak melihat kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tidak efektif mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Arah kebijakan ekonomi pemerintahan baru dalam 100 hari pertama secara luas tidak efektif,”  tulis LPEM UI dalam laporan ‘LPEM Economic Experts Survey Semester I 2025’,  baru-baru  ini, sebagaimana dikutip Mediadelegasi, Medan, Rabu  (19/3).

Bahkan,  survei yang melibatkan 42 pakar ekonomi dari berbagai latar belakang ini  menilai kondisi perekonomian Indonesia mengalami penurunan dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para ahli tersebut berasal dari institusi pendidikan, lembaga riset, think tank, sektor swasta, hingga organisasi multinasional.

Sebanyak 55 persen atau 23 dari 42 total responden sepakat situasi ekonomi saat ini memburuk dan  tujuh pakar lainnya menilai kondisi perekonomian Indonesia selama 100 hari pemerintahan jauh lebih buruk dibanding triwulan sebelumnya.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Petrokimia Terbesar se-Asia Tenggara, Investasi Rp 65 Triliun Dongkrak Ekonomi Nasional

Sementara itu, sebanyak 11 pakar menilai situasi stagnan. Hanya satu pakar yang menilai situasinya lebih baik dari sebelumnya.

Kemudian, pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada periode berikutnya juga tampak pesimistis.

Selain itu, puluhan ekonom itu turut menilai kebijakan fiskal yang dilaksanakan saat ini tidak efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.

“Hal ini menunjukkan perlunya perbaikan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas,”  sebagaimana saran dari LPEM UI.

Selain soal pertumbuhan ekonomi, sebagian besar pakar juga menilai kondisi pasar tenaga kerja saat ini lebih buruk daripada periode sebelumnya, dan sembilan pakar lainnya menganggapnya jauh lebih buruk.

“Tiga belas pakar menganggapnya tidak berubah, sementara hanya satu pakar yang menganggapnya lebih baik,” ungkap survei LPEM tersebut.

Hasil survei ini menilai situasi pasar tenaga kerja yang diharapkan masih belum memberikan rasa percaya diri bagi para pencari kerja.

Adapun, 14 dari 42 pakar memperkirakan pasar tenaga kerja akan memburuk pada periode berikutnya, dan bahkan jauh lebih buruk, menurut 10 pakar lainnya.

BACA JUGA:  Bahas Agenda Digitalisasi, Menkomdigi Meutya Hafid Temui Wapres Gibran

Sekitar 13 pakar menganggapnya tidak berubah dari angka saat ini, sementara minoritas 5 orang memperkirakan akan membaik.

Lebih lanjut, dibandingkan dengan kondisi saat ini, 17 dari 42 pakar memperkirakan bahwa lingkungan bisnis akan memburuk, dan enam pakar lainnya memperkirakan akan jauh lebih buruk.

Sedangkan 13  pakar memperkirakan bahwa lingkungan bisnis tidak akan berubah.

Sebanyak lima orang responden memperkirakan akan lebih baik, dan satu orang lagi memperkirakan akan jauh lebih baik.

Menyoal korupsi, hasil survei menunjukkan korupsi di pemerintahan Indonesia dianggap telah mengalami stagnasi atau bahkan memburuk dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

Dari 42 responden, 24 responden melihat adanya kemunduran, 9 responden melihat sedikit perbaikan, 15 responden melihat perbaikan signifikan, dan 16 responden tidak melihat adanya perubahan.

Hanya 2 responden yang melaporkan sedikit perbaikan, dan tidak ada yang melihat kemajuan berarti, yang mencerminkan meningkatnya kekhawatiran atas meningkatnya korupsi.  D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KemenEkraf Umumkan Kinerja 2025: Investasi dan Ekspor Produk Kreatif Melesat Tinggi
MNC Insurance Dorong UMKM Go Global dengan Proteksi Asuransi
Menkeu Bongkar 4 Modus Licik Eksportir Nakal, Negara Rugi Ratusan Miliar
Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025 Defisit, Namun Ketahanan Eksternal Tetap Solid
Kemendagri Apresiasi Sumut Berhasil Tekan Inflasi, Bukti Keseriusan Kendalikan Harga
Sejumlah Kementerian Kembalikan Dana APBN Rp3,5 Triliun, Menkeu: ‘Mereka Nyerah Belanja’
Indonesia Genjot Industri Petrokimia Nasional: Kurangi Impor, Tingkatkan Kemandirian
Pemprov Sumut Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Nasional, Jaga Ketahanan Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 15:11 WIB

KemenEkraf Umumkan Kinerja 2025: Investasi dan Ekspor Produk Kreatif Melesat Tinggi

Senin, 22 Desember 2025 - 12:20 WIB

MNC Insurance Dorong UMKM Go Global dengan Proteksi Asuransi

Selasa, 9 Desember 2025 - 11:06 WIB

Menkeu Bongkar 4 Modus Licik Eksportir Nakal, Negara Rugi Ratusan Miliar

Jumat, 21 November 2025 - 13:42 WIB

Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025 Defisit, Namun Ketahanan Eksternal Tetap Solid

Senin, 17 November 2025 - 17:42 WIB

Kemendagri Apresiasi Sumut Berhasil Tekan Inflasi, Bukti Keseriusan Kendalikan Harga

Berita Terbaru