KemenEkraf Umumkan Kinerja 2025: Investasi dan Ekspor Produk Kreatif Melesat Tinggi

Senin, 22 Desember 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (Foto:Ist)

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memaparkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Hingga triwulan III, realisasi investasi sektor ekraf berhasil menembus angka Rp132 triliun, atau setara dengan 97% dari target tahun ini yang sebesar Rp136,3 triliun.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa capaian tersebut memberikan kontribusi sekitar 9% terhadap total realisasi investasi nasional. Ia juga menegaskan bahwa investasi ini berasal dari dana riil yang masuk ke Indonesia, bukan sekadar komitmen kerja sama atau nota kesepahaman (MoU).

“Dan ini menunjukkan bahwa pihak internasional, pihak asing, terutama juga dari swasta asing juga semakin tertarik dan percaya sektor ekraf Indonesia sebagai mitra bisnis mereka,” ujar Teuku dalam acara Ekraf Annual Report (EAR) 2025 di Jakarta.

Selain investasi, kinerja ekspor produk ekraf Indonesia juga mencatatkan hasil yang menggembirakan. Hingga triwulan III 2025, nilai ekspor mencapai US$26,68 miliar atau sekitar Rp442,8 triliun.

BACA JUGA:  Prabowo Bebaskan Hasto dan Tom Lembong, Politik atau Pengampunan?

Teuku menjelaskan bahwa nilai ekspor periode ini sudah berhasil mencapai target tahun ini, bahkan menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir.

“Pada Oktober 2025, ini baru diserahkan secara langsung datanya oleh BPS minggu lalu, itu telah mencapai 101% dari target atau sejumlah 19,96% dari total ekspor non-migas. Dan ini tertinggi dalam 5 tahun,” katanya.

Dari sisi tenaga kerja, sektor ekraf juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Jumlah tenaga kerja ekraf mencapai 27,4 juta orang, atau 107% dari target 25,5 juta tenaga kerja pada 2025. Teuku menambahkan bahwa mayoritas pekerja ekraf berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun.

“Selanjutnya, kontribusi terhadap laju pertumbuhan PDB. Nah, untuk poin keempat ini biasanya BPS akan mengeluarkan data di awal tahun, di sekitar bulan Februari 2027 nanti. Tetapi sebagai informasi pada data yang diumumkan oleh BPS di awal tahun 2025, yaitu data di 2024, itu pertumbuhannya sudah kontribusinya sudah 6,5%,” jelas Teuku.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok, 20 Mei 2025: Virgo, Leo, Gemini, Cancer

Ia juga menambahkan bahwa target kontribusi terhadap PDB adalah sekitar 5,54%. Dengan capaian yang sudah ada, Teuku optimis bahwa target tersebut juga akan tercapai.

Kinerja positif sektor ekraf ini menunjukkan bahwa sektor ini semakin menjadi daya tarik bagi investor dan mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
Utang Pemerintah RI Mendekati 10 Ribu Triliun, Malah Tarik Utang Baru
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:35 WIB

Utang Pemerintah RI Mendekati 10 Ribu Triliun, Malah Tarik Utang Baru

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Berita Terbaru