Demonstrasi Pengemudi Ojol di Jakarta: Tuntutan Penyesuaian Tarif dan Pendelegasian Kewenangan

- Penulis

Selasa, 20 Mei 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demonstrasi Ojek Online (Foto : Ist.)

Demonstrasi Ojek Online (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Aksi demonstrasi ribuan pengemudi ojek online (ojol) mengguncang Jakarta Pusat pada Selasa, 20 Mei 2025. Jalan Medan Merdeka Selatan menjadi saksi bisu tuntutan mereka yang menggema lantang: penurunan potongan tarif aplikasi hingga maksimal 10 persen. “10 persen harga mati!” teriak orator, disambut gemuruh dukungan dari massa yang membludak.

 

Tuntutan tersebut bukanlah satu-satunya yang mereka gaungkan. Para pengemudi juga mendesak penyesuaian tarif yang telah stagnan sejak tahun 2022. Spanduk-spanduk yang terbentang di mobil komando menegaskan tuntutan mereka akan penyesuaian tarif batas bawah, batas atas, tarif dasar minimal, dan penerapan tarif yang seragam untuk angkutan orang, barang, dan makanan.

 

Ketidakpuasan mereka meluas hingga ke tata kelola transportasi online. Para demonstran meminta agar pemerintah daerah diberi wewenang penuh dalam menentukan tarif dan mengatur transportasi online. “Pendelegasian kewenangan tata penyelenggaraan moda transportasi online dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah,” demikian salah satu tuntutan yang mereka sampaikan.

 

Di lokasi demonstrasi, suasana tegang namun terkendali. Ratusan pengemudi ojol memenuhi jalanan, membawa atribut dan spanduk yang berisi tuntutan mereka. Arus lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi terganggu. Jalan Sudirman-Thamrin, Jalan Budi Kemuliaan, dan Jalan Medan Merdeka Barat terputus aksesnya menuju Jalan Medan Merdeka Selatan dan Stasiun Gambir akibat penutupan jalan oleh aparat kepolisian. Barrier pagar besi dan satu unit water cannon disiagakan sebagai antisipasi.

 

Kemacetan parah terjadi di sekitar Patung Kuda Monas. Penutupan Jalan Medan Merdeka Selatan yang mengarah ke Stasiun Gambir mengakibatkan kendaraan terhambat dari berbagai arah. Situasi ini menambah panjang daftar permasalahan yang dihadapi warga Jakarta akibat demonstrasi tersebut.

 

Pengamanan aksi demonstrasi ini melibatkan kekuatan besar. Sebanyak 2.554 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemprov DKI dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dua titik lokasi demonstrasi: Patung Kuda, Monas, dan depan Gedung DPR/MPR. Jumlah personel yang besar ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menghadapi potensi kericuhan.

 

Suasana demonstrasi diwarnai dengan teriakan-teriakan tuntutan, yel-yel, dan desakan agar pemerintah segera merespon aspirasi para pengemudi ojol. Mereka merasa terbebani dengan potongan tarif yang tinggi dan tarif dasar yang tidak mengalami kenaikan dalam waktu yang cukup lama.

 

Para demonstran berharap agar pemerintah mendengarkan suara mereka dan segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Mereka menekankan pentingnya kesejahteraan para pengemudi ojol yang merupakan bagian penting dari ekosistem transportasi di Indonesia.

 

Aksi ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan perdebatan tentang regulasi transportasi online di Indonesia. Banyak pihak yang bersimpati dan mendukung tuntutan para pengemudi ojol, sementara pihak lain menyoroti dampak demonstrasi terhadap lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

 

Ke depan, diharapkan akan ada dialog yang konstruktif antara pemerintah dan para pengemudi ojol untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan. Permasalahan ini tidak hanya menyangkut kesejahteraan para pengemudi, tetapi juga menyangkut kelancaran transportasi dan perekonomian di Jakarta. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Ojol Rangkap Kurir Sabu Divonis 9 Tahun Penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru