Defri: Walk Out Bobby di Paripurna Tak Perlu Dipersoalkan, Sudah Sesuai Kourum

Senin, 27 Juli 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi NasDem, Defri Noval Pasaribu

Foto: Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi NasDem, Defri Noval Pasaribu

Medan-Mediadelegasi: Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi NasDem, Defri Noval Pasaribu, menilai langkah Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninggalkan ruang sidang paripurna DPRD Sumut tidak perlu dipersoalkan.

Menurut Defri, sidang paripurna dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sumut Tahun Anggaran 2025 yang digelar Selasa (21/7/2026) telah berjalan sesuai tata tertib dan memenuhi kuorum.

“Saya pikir apa yang dilakukan gubernur dalam sidang paripurna kemarin tidak perlu dipersoalkan. Sebab, mungkin beliau harus menghadiri kegiatan lain yang sudah terjadwal atau diagendakan yang harus dipenuhi, baik di dalam maupun di luar kota,” kata Defri, Rabu (22/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul aksi walk out yang terjadi dalam sidang paripurna setelah muncul protes dari salah seorang anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan yang mempertanyakan jumlah kehadiran anggota dewan di penghujung rapat.

BACA JUGA:  Luhut Tinjau TSTH2, Sumut Siap Jadi Pusat Riset

Defri menegaskan, berdasarkan tata tertib DPRD Sumut, rapat paripurna tersebut telah memenuhi syarat kuorum karena jumlah anggota yang hadir mencapai ketentuan minimal dua pertiga ditambah satu anggota.

Selain itu, kata Defri, kehadiran anggota dewan dalam rapat dihitung berdasarkan absensi dan kehadiran fisik sebagaimana diatur dalam tata tertib DPRD.

“Sidang paripurna itu sudah berjalan sesuai dengan tata tertib dan memenuhi kuorum. Kehadiran anggota dewan sudah memenuhi kuorum, yakni dua pertiga ditambah satu. Dalam tata tertib, kehadiran dewan berdasarkan absensi atau kehadiran fisik. Jadi kalau melihat kehadiran dewan dalam paripurna tersebut, tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan,” ujarnya.

Meski demikian, Defri menghormati keputusan untuk menjadwalkan ulang penandatanganan keputusan terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD Sumut 2025 yang direncanakan berlangsung pada 30 Juli 2026.

Menurutnya, penjadwalan ulang tersebut menunjukkan adanya itikad baik dari semua pihak agar proses administrasi dan mekanisme kelembagaan berjalan tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Buka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas

“Hanya saja akibat kejadian kemarin penandatanganan keputusan dijadwalkan ulang pada 30 Juli mendatang. Artinya juga tidak ada yang perlu dipersoalkan. Semua sama-sama memiliki niat baik sehingga dijadwalkan ulang dan tidak lagi ada yang mempermasalahkan masalah tata tertib,” katanya.

Defri menambahkan pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Sumut 2025 merupakan kepentingan bersama antara eksekutif dan legislatif. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat fokus menyelesaikan agenda pemerintahan dan pembangunan daerah tanpa memperpanjang perdebatan terkait insiden yang terjadi dalam paripurna tersebut.

“Ini adalah kepentingan eksekutif dan legislatif. Yang terpenting bagaimana seluruh proses dapat berjalan baik untuk kepentingan masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Alx

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Sumut Gandeng USU Rumuskan Solusi Pembangunan di Tengah Penurunan Anggaran 2027
Mantan Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp22 Miliar
Pemutihan Pajak Kendaraan Sumut Mulai Berjalan, Samsat Dipadati Warga Hingga 30 November 2026
Bobby Nasution Cari Jalur Luar APBD Bangun Infrastruktur Nelayan Nias Selatan, Libatkan Swasta & Bank
Toyota Land Cruiser 300 Muncul di Anggaran Dinkes Sumut Rp2,7 Miliar, LIPPSU Desak Aparat Turun Tangan
Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Digelar Nopember 2026, Bebas Denda dan Pajak Progresif
Pemprov Sumut dan Jabar Resmi Gandeng Tangan, Dorong Transformasi Digital dan Reformasi Birokrasi
Proyek Turap Nias Dipercepat: Bobby Nasution Targetkan Selesai Sebelum Nataru
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:15 WIB

Pemprov Sumut Gandeng USU Rumuskan Solusi Pembangunan di Tengah Penurunan Anggaran 2027

Rabu, 4 November 2026 - 11:25 WIB

Mantan Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp22 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 13:57 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Sumut Mulai Berjalan, Samsat Dipadati Warga Hingga 30 November 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Bobby Nasution Cari Jalur Luar APBD Bangun Infrastruktur Nelayan Nias Selatan, Libatkan Swasta & Bank

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Toyota Land Cruiser 300 Muncul di Anggaran Dinkes Sumut Rp2,7 Miliar, LIPPSU Desak Aparat Turun Tangan

Berita Terbaru