Pilkada Medan Harus Kondusif

Rabu, 5 Agustus 2020 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wildan Anshori Hasibuan. Foto:D|Ist

Wildan Anshori Hasibuan. Foto:D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Suasana atmosfer politik menjelang perhelatan Pilkada Medan, Desember mendatang, mulai menggeliat. Masing-masing Partai Politik yang memiliki kursi di DPRD Medan, sudah mulai menyusun langkah-langkah Politik, menjaring dan menentukan siapa bakal Calon yang akan mereka usung.

Hal ini menjadi menarik, diantara calon yang nantinya akan bertarung, terdapat tokoh muda, meskipun ada beberapa masyarakat masih meragukan kemampuan calon muda ini untuk memimpin Kota Medan yang besar ini.

Salah seorang aktivis muda Kota Medan ketika dimintai tanggapan oleh Mediadelegasi  terkait munculnya tokoh muda di ajang kontestasi Politik Kota Medan.

“Sebagai orang muda, saya mengapresiasi munculnya Bobby Nasution sebagai salah satu kandidat bakal calon Walikota Medan pada Pilkada Medan Desember mendatang”, ujar Wildan Anshori Hasibuan SSosI, Rabu (5/8) di Medan.

Menurut Wildan sosok muda ini memiliki semangat dan visi membangun, Kota Medan butuh sosok yang bisa membawa kota ini menjadi lebih baik.

“Perdebatan soal apakah orang muda punya kemampuan dalam memimpin Kota sebesar ini, karena dianggap tidak memiliki pengalaman, tentu hipotesis seperti ini salah besar,” katanya.

Menurutnya, sejumlah tokoh muda yang saat ini memimpin di Kabupaten atau Kota, bahkan Propinsi sekalipun, mereka mampu.

BACA JUGA:  'Anak Kebon' Bisa Jadi Wakil Gubernur, Surya Berbagi Kisah

Seperti Bupati di Tapanuli Tengah, relatif berusia muda dan dia mampu memimpin Kabupaten Tapteng, banyak terobosan yang di lakukan dan Pembangunan infrastruktur di sana berjalan, begitu juga di Tanjung Balai dan beberapa contoh orang muda yang memimpin di beberapa kota lain di Indonesia. “Inilah potret yang mematahkan argumentasi, bahwa orang muda tidak bisa memimpin, faktor leadership personal yang akan menentukan mereka mampu atau tidak dalam memimpin,” tambah mantan Presiden Mahasiswa UIN Sumut.

Menyangkut isu Politik identitas yang kerap mewarnai agenda politik, harus disikapi secara arif dan bijaksana, bukan didasarkan pada ketidaksukaan atau kebencian bahkan bersifat sentimen personal.

“Politik identitas, memang tidak bisa di hindari. Bahwa isu-isu agama selalu menarik di tampilkan sebagai isu politik dengan target tertentu, justru ini kurang relevan jika mengacu pada nama-nama yang bakal maju di bursa calon Kepala Daerah di Kota Medan,” ujarnya.

Dari nama yang semakin menguat, dia memprediksi pasangan muslim-muslim akan berkompetisi. “Jadi tidak ada alasan untuk memunculkan isu politik identitas terkait dengan agama”, tandas mantan Ketua Bidang Eksternal Badko HMI Sumut.

BACA JUGA:  Unik, Gubsu dan Bupati/Wali Kota Se Sumut Naik Becak Menuju Lokasi Musrenbang

Dikatakannya, orang muda selalu akan memunculkan harapan baru. Perdebatan soal tua atau muda sebagai calon Pemimpin di Kota Medan, bukan menjadi persoalan yang harus di respon secara negatif.

“Dikotomi antara tua dan muda, pengalaman atau tidak punya pengalaman, bukanlah satu hal yang harus menjadi syarat, karena persoalan Kota Medan ini sangat kompleks untuk segera di perbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, banyak PR Pembangunan Kota Medan yang sampai hari ini belum terealisasikan, diantaranya Pembangunan Islamic Center yang terhenti hampir 10 tahun lebih.

“Inilah tantangan bagi Bobby Nasution jika nantinya diberi amanah masyarakat Kota Medan sebagai Walikota. Jadi intinya perdebatan klasik seperti hal di atas tidak perlu dijadikan perdebatan,” katanya.

Menurutnya, saatnya adu gagasan dan adu program bagaimana menata Kota ini menjadi lebih baik, lebih humanis dan terpenting lebih aman serta kondusif, sehingga masyarakat yang beraktifitas merasa nyaman tidak khawatir terjadinya hal-hal yang menakutkan di luar sana. D|Med-67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Update OTT Syah Afandin, KPK Dijadwalkan Periksa Kadis SDABMBK Medan
Bobby Nasution Gelontorkan Rp50 Miliar untuk UMKM Sumut
Desa Sipaku Area Resmi Sandang Status Desa Binaan Imigrasi
Video Diduga Aktivitas Narkotika di Rutan Kelas I Medan Beredar, Klarifikasi Masih Dinanti
Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat
Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan
Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Update OTT Syah Afandin, KPK Dijadwalkan Periksa Kadis SDABMBK Medan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Bobby Nasution Gelontorkan Rp50 Miliar untuk UMKM Sumut

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Desa Sipaku Area Resmi Sandang Status Desa Binaan Imigrasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:32 WIB

Video Diduga Aktivitas Narkotika di Rutan Kelas I Medan Beredar, Klarifikasi Masih Dinanti

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat

Berita Terbaru

SMAN 1 Simanindo Keluar Sebagai Juara Turnamen Piala Bupati Samosir U-17. (Foto:Ist)

Kabupaten Samosir

SMAN 1 Simanindo Keluar Sebagai Juara Turnamen Piala Bupati Samosir U-17

Senin, 24 Agu 2026 - 21:05 WIB

Foto: Tampak jelas ulat hidup yang ditemukan di dalam sajian telur puyuh bumbu yang disajikan melalui Program Makan Bergizi Gratis di Belongkut, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Temuan ini terekam dalam video yang viral pada Jumat (21/8/2026) dan memicu kemarahan publik serta tuntutan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan mutu makanan MBG.

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Ulat dalam Ompreng MBG Labura, BGN Didesak Tak Berhenti pada Permintaan Maaf

Senin, 24 Agu 2026 - 18:17 WIB