Medan-Medjadelegasi: Rektor petahana Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. memasang target kampus itu harus mampu menembus 500–800 perguruan tinggi besar dunia versi QS World University Rankings serta masuk ke jajaran 100 besar THE Impact Ranking pada 2031.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“The Era of Ultimate Excellence adalah komitmen kita bersama untuk membawa USU naik kelas, bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan secara global dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Muryanto, seperti dilansir Mediadelegasi dari situs resmi USU.ac.id, Rabu (1/10).
Pernyataan tersebut dikemukakan Muryanto dalam audisi calon rektor USU, pekan lalu. Selain Muryanto, audisi tersebut juga diikuti Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan S.Si., M.Si. dan Prof. Dr. Isfenti Sadalia SE., ME.
Muryanto memaparkan periode pertamanya pada 2021–2026 merupakan masa fondasi dan penyesuaian.
Di periode kedua, lanjut dia, jika dipercaya kembali sebagai rektor, USU harus masuk ke fase pencapaian tertinggi, dimana keunggulan akademik, riset, inovasi, dan kontribusi sosial tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga diperhitungkan di tingkat global.
Untuk memenuhi target tersebut, kata dia, banyak indikator yang harus dipenuhi, seperti ribuan publikasi internasional, peningkatan jumlah penelitian yang terindeks Scopus, dan ratusan paten dan karya inovasi.
Selain itu, Muryanto menyebut bahwa selama empat tahun masa kepemimpinannya, semakin banyaknya program studi di USU yang memperoleh akreditasi unggul maupun akreditasi internasional.
Target yang dicanangkan tersebut, menurutnya, bukanlah mimpi kosong. Pada periode pertamanya, USU sudah menunjukkan lompatan signifikan.
Jumlah publikasi internasional meningkat konsisten, lebih dari seratus paten berhasil diperoleh, hingga peringkat QS WUR naik dari 1201–1400 ke 1001–1200 pada 2025.
“Fondasi sudah kita bangun. Kini saatnya melompat lebih tinggi. Kita tidak boleh lagi sekadar mengikuti arus, tapi harus menjadi pengarah perubahan,” paparnya.
Selain pencapaian peringkat global, konsep The Era of Ultimate Excellence juga menekankan integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi, melainkan harus dipakai sebagai bahan ajar mutakhir yang memperkuat kualitas pembelajaran,” kata Muryanto. D|red












